Total Uang Serangan Fajar Milik Bowo Sidik Pangarso Rp 8,45 Miliar, KPK Menghitungnya Sebulan Lebih

KPK mengekspose hasil temuan uang di dalam 84 kardus dan dua kontainer plastik milik anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso.

Total Uang Serangan Fajar Milik Bowo Sidik Pangarso Rp 8,45 Miliar, KPK Menghitungnya Sebulan Lebih
Warta Kota/Henry Lopulalan
Penyidik KPK menunjukkan uang tunai yang dikemas dalam 84 kardus dalam operasi tangkap tangan anggota DPR Bowo Sidik Pangarso. 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengekspose hasil temuan uang di dalam 84 kardus dan dua kontainer plastik milik anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut, total uang itu mencapai Rp 8,45 miliar. KPK kemudian menyita uang tersebut.

Kata Febri Diansyah, tim KPK butuh waktu yang cukup lama untuk dapat mengetahui jumlah uang di dalam 84 kardus dan 2 kontainer plastik itu, yakni sejak 29 Maret sampai 10 Mei 2019.

Preman Tanah Abang Terlibat Kerusuhan Aksi 22 Mei, Dibayar Rp 300 Ribu per Hari

"Waktu membukanya cukup lama ya, sekitar 1 bulan kami membuka satu per satu dan memasukkan dalam barang bukti," ungkap Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (23/5/2019).

Ada pun uang dengan pecahan Rp 50 ribu dan Rp 20 ribu yang dimasukkan ke dalam amplop itu, diduga disiapkan Bowo Sidik Pangarso untuk serangan fajar pada Pemilu 2019 pada 17 April lalu.

"Uang yang ditemukan KPK dalam 84 kardus dan 2 kontainer plastik di PT Inersia pasca-OTT (operasi tangkap tangan) beberapa waktu lalu telah selesai dihitung. Total nilai uang Rp 8,45 miliar saat ini disita sebagai bagian dari berkas perkara," jelasnya.

Empat Perusuh Aksi 22 Mei Positif Pakai Narkoba, Dua Tersangka Terafiliasi ISIS dan Niat Jihad

"Uang paling banyak pecahan Rp 20 ribu," sambung Febri Diansyah.

Bowo Sidik Pangarso merupakan tersangka tindak pidana korupsi suap pelaksanaan kerja sama pengangkutan bidang pelayaran antara Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), dan penerimaan lain yang terkait jabatan.

Diduga sebagai penerima adalah Bowo Sidik Pangarso dan Indung dari unsur swasta. Sedangkan diduga sebagai pemberi adalah Marketing Manager PT HTK Asty Winasti.

Sampai Kapan Pemerintah Batasi Media Sosial karena Aksi 22 Mei? Ini Kata Menkominfo

Dalam konstruksi perkara kasus itu, dijelaskan pada awalnya perjanjian kerja sama penyewaan kapal PT HTK sudah dihentikan.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved