Pemilu 2019

TERUNGKAP! Saat Kerusuhan 22 Mei, PT Kereta Commuter Kehilangan 300.000 Penumpang

PT Kereta Commuter Indonesia penumpangnya mengalami penurunan hingga 300.000 saat aksi penolakan hasil Pilpres 2019 yang berbuntut kerusuhan.

TERUNGKAP! Saat Kerusuhan 22 Mei, PT Kereta Commuter Kehilangan 300.000 Penumpang
Istimewa
KERETA API Commuter Line 

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) / KRL penumpangnya mengalami penurunan hingga 300.000 saat aksi penolakan hasil Pilpres 2019 yang berbuntut kerusuhan di sejumlah titik Ibu Kota.

DIREKTUR Utama PT KCI Wiwik Widayanti mengatakan, kerusahan yang menewasakan delapan orang dan ratusan lainnya luka-luka itu juga berdampak langsung pada jumlah penumpang KRL.

"Kalau untuk volume penumpang hilang sekitar 300.000 penumpang," ujar Wiwik saat dikonfirmasi, Jumat (24/5/2019).

Ia merincikan pada 21 Mei sekitar satu juta penumpang yang menggunakan KRL, sementara pada 22 Mei hanya 728.000 penumpang.

"Pada 21 Mei sekitar 1 juta volume penumpang, tanggal 22 menjadi 728.000 volume penumpang," kata Wiwik.

 Ini Pesan Jokowi untuk Prabowo Subianto yang Ingin Ajukan Gugatan Kecurangan Pemilu 2019 ke MK

 BREAKING NEWS: Menkominfo Jelaskan Penyebab WhatsApp Facebook dan IG Lamban dan Susah Share Video

 Facebook WhatsApp dan Instagram Ditutup 10 Hari? Begini Kata Staf Ahli Menko Polhukam

 Aa Gym Sebut Innalillahi Wa Innailaihi Rajiun, Memilukan Terjadi Kerusuhan di Bulan Ramadan 2019

Melorotnya volume penumpang ini, lanjut Wiwik, karena pihaknya tak mengoperasikan KRL di beberapa stasiun yang biasanya sangat padat penumpang seperti Stasiun Palmerah dan Stasiun Tanah Abang.

Sebab, di kedua stasiun itu sangat dekat dengan lokasi bentrok.

Adapun lokasi bentrok ini yakni di kawasan Slipi, Petamburan dan Jalan Jatibaru Tanah Abang.

Tak ada alasaan lain dari penutupan kedua stasiun selain alasan keamanan para pengguna kereta.

"Alasan kami memilih untuk menutup Stasiun Palmerah dan Tanah Abang karena demi keamanan penumpang. Kita berharap normal.

"Tapi kami mengutamakan keselamatan aset di stasiun Tanah Abang dan keselamatan penumpang pastinya," ungkap Wiwik.

 Foto VIRAL Anggota Brimob Disangka Polisi Luar Negeri di Aksi 22 Mei Terungkap Identitasnya

 Lantunan Salawat dan Doa dari Ribuan Pelayat Iringi Prosesi Pemakaman Ustadz Arifin Ilham

 KRONOLOGI LENGKAP Ratusan Warga Bakar Kantor Polisi dan Bawa Senpi, Lalu Tembaki Polisi

 Reporter KompasTV Cindy Permadi Viral Saat Kerusuhan 22 Mei, Netizen Penasaran Sekali. Siapa Cindy?

Meski begitu, ia enggan membeberkan secara detail mengenai kerugian yang diderita atas bentrokan tersebut.

Menurut Wiwik Widayanti, kerugian jelas ada.

Tim pengamanan bekerja sama TNI dan Polri.

"Stasiun baik-baik saja. Ada support penumpang juga yang bersama menjaga. "Masalah ada pelemparan ke stasiun Tanah Abang itu di luar, tapi di dalam stasiun kondusif," kata Wiwik. (M16)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved