Pilpres 2019

Narasumber Ancam Keluar Saat Diskusi Live Dibalik Aksi 22 Mei di Kompas TV, Apa yang Terjadi?

Kalau bapak bilang 2000 sekarang ini lebih bagus dari 2014 atau lebih bagus dari 2019 waduh saya keluar deh dari ruangan ini deh

Narasumber Ancam Keluar Saat Diskusi Live Dibalik Aksi 22 Mei di Kompas TV, Apa yang Terjadi?
Instagram @Rosi_Kompastv
Rosi, pembawa acara Rosi di Kompas Tv, Kamis (23/5/2019) malam 

Narasumber acara Rosi Kompas TV mengancam keluar dari meja diskusi saat siaran langsung, Kamis (23/5/2019) malam.

Ancaman tersebut dilakukan oleh Jumhur Hidayat selaku Koordinator Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) atau aksi 22 Mei.

Hal ini bermula saat Rosi selaku pembawa acara bertanya soal alasan Jumhur yang pada pemilihan presiden (pilpres) 2014 menjadi pendukung Joko Widodo (Jokowi).

Ambulans Partai Gerindra Tak Bawa Alat Medis Saat Aksi 22 Mei, Cuma Bawa Batu

Empat Perusuh Aksi 22 Mei Positif Pakai Narkoba, Dua Tersangka Terafiliasi ISIS dan Niat Jihad

8 Pasien Kericuhan 22 Mei Masih Jalani Perawatan di RSUD Tarakan

Namun di tahun 2019 ini, Jumhur memutuskan untuk mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto.

Jumhur lalu mengemukakan beberapa pendapatnya dan kekecewaan pada Jokowi dalam masa kerja 5 tahun.

 Kekecewaan tersebut seperti harga bahan bakar minyak yang dinaiikkan hingga adanya buruh asing yang masuk ke Indonesia.

PIALA SUDIRMAN: Praveen/Melati Antar Indonesia ke babak Semifinal Melawan Jepang

Festival Jakarta Great Sale Dapat Meningkatkan Jumlah Pengunjung Mal

Pemerintah Korea Utara Tuding Amerika Serikat Bertindak Tidak Jujur, Apa Penyebabnya?

Menanggapi hal tersebut, Rosi lalu mengatakan walaupun Jumhur sudah tak sejalan dengan Jokowi, namun pemilu telah memiliki hasil dan telah dipilih orang rakyat.

"Tapi itulah kita memberikan hadiah atau memberikan kepercayaan kembali dan menghukum presiden itu kan melalui proses pemilu," tanya Rosi.

Jumhur lalu menjawab bahwa memang benar pemilu ada untuk penilaian pada presiden petahana.

Kabid Humas Polda Metro Jaya saat memberikan keterangan pers terkait peristiwa 22 Mei 2019, di Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/5/2019).
Kabid Humas Polda Metro Jaya saat memberikan keterangan pers terkait peristiwa 22 Mei 2019, di Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/5/2019). (Warta Kota/budi Sam Law Malau)

Namun, jika ada yang memprotes soal kebijakan pemerintah dan pemilu merupakan hak setiap warga negara.

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved