Bulan Suci Ramadan

Jam Matahari Penunjuk Waktu Salat Jadi Penanda Jejak Masjid Jami Nurul Ibadah yang Tertua di Paser

Ketika belum memiliki jam, Masjid Jami Nurul Ibadah di Kabupaten Paser, Kaltim gunakan jam matahari sebagai penunjuk waktu salat tiba

Jam Matahari Penunjuk Waktu Salat Jadi Penanda Jejak Masjid Jami Nurul Ibadah yang Tertua di Paser
TRIBUNKALTIM.CO/ SARASANI
Jam Matahari Masjid Jami Nurul Ibadah yang dulu digunakan untuk menentukan waktu salat sudah tiba. Gambar diambil Kamis (23/5/2019). 

Bagaimana menentukan waktu salat sudah tiba ketika belum ada jam modern sekarang ini?  Salah satunya adalah menggunakan jam matahari.

Jam matahari inilah yang masih bisa dilihat di Masjid Jami Nurul Ibadah di Desa Pasir Belengkong, Kecamatan Pasir Belengkong, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Ini merupakan masjid tertua di Kabupaten Paser. Berdiri sejak tahun 1851, Masjid Jami Nurul Ibadah sekarang sudah berusia 168 tahun.

Di depan masjid itu berdiri jam matahari seperti disampaikan Kaum (Marbot) Masjid Jami Nurul Ibadah, Bahrudin.

Jam matahari ada jauh sebelum ia dilahirkan, sehingga penentuan waktu salat dapat dari cerita orangtua terdahulu.

Jam matahari berupa sebatang besi tembaga menancap di tengah-tengah lempengan batu marmer warna putih.

Di batang besi tembaga itu dibagi dalam 6 ruas, penentuan waktu dilihat dari bayangan besi tembaga di atas marmer.

"Apabila matahari tepat di atas batang besi tembaga, tidak ada bayangan besi tembaga yang melindungi sinar matahari ke permukaan marmer, berarti waktu salat Duhur sudah tiba. Sebaliknya, masih ada sedikit bayangannya waktu salat belum sampai," tuturnya.

Tauco Legendaris Cianjur, Gunakan Guci Berusia Ratusan Tahun dan Proses Pembuatan Tiga Bulan

Kue Kering Berbahan Olahan Tauco dari Cianjur, Perpaduan Komposisi Rasa Asin Gurih dengan Manis

Bahrudin, Kaum (Marbot) Masjid Jami Nurul Ibadah.
Bahrudin, Kaum (Marbot) Masjid Jami Nurul Ibadah. (TRIBUNKALTIM.CO/ SARASANI)

Keberadaa Masjid Jami Nurul Ibadah ini, selain sebagai bukti perkembangan syiar Islam di Bumi Daya Taka, juga merupakan bagian situs Cagar Budaya Nasional, yakni Keraton Kesultanan Sadurengas atau lebih dikenal dengan Museum Sadurengas.

Keraton dan masjid, menurut Bahrudin, dibangun pada tahun yang sama.

Halaman
1234
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved