OTT KPK

Ini Asal Uang yang Disita KPK dari Laci Ruang Kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

MENTERI Agama Lukman Hakim Saifuddin kemarin diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait suap seleksi jabatan di Kementerian Agama.

Ini Asal Uang yang Disita KPK dari Laci Ruang Kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meninggalkan Gedung KPK, seusai menjalani pemeriksaan, Kamis (23/5/2019). 

MENTERI Agama Lukman Hakim Saifuddin kemarin diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait suap seleksi jabatan di Kementerian Agama.

Ia diperiksa untuk tersangka anggota Komisi XI DPR Muhammad Romahurmuziy alias Romy.

Selepas menyelesaikan pemeriksaan, pewarta mengonfirmasi terkait uang yang disita KPK saat menggeledah ruang kerja Lukman Hakim Saifuddin pada Selasa (19/3/2019).

Saat itu tim penyidik KPK menyita uang senilai Rp 180 juta dan USD 30.000 dari dalam laci meja kerja di ruang Lukman Hakim Saifuddin.

Lukman Hakim Saifuddin mengaku uang tersebut merupakan uang DOM (Dana Operasional Menteri) yang didapatnya dari kegiatan pembinaan di Kemenag.

"Saya jelaskan bahwa semua itu (uang) adalah akumulasi dari dana operasional menteri yang saya simpan dalam laci meja kerja saya," jelasnya di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (23/5/2019).

Empat Perusuh Aksi 22 Mei Positif Pakai Narkoba, Dua Tersangka Terafiliasi ISIS dan Niat Jihad

"Dan itu juga sebagian honorarium yang saya terima dalam kegiatan yang saya lakukan seperti pembinaan, ceramah. Baik itu kegiatan internal Kemenag atau bukan," sambung Lukman Hakim Saifuddin.

"Juga, sebagian merupakan sisa dana perjalanan dinas saya, baik ke luar negeri ataupun di dalam negeri," ungkap Lukman Hakim Saifuddin.

Selain itu, Lukman Hakim Saifuddin juga menerima uang Rp 10 juta dari tersangka Haris Hasanuddin, sebagai kompensasi atas terpilihnya Haris sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

Sampai Kapan Pemerintah Batasi Media Sosial karena Aksi 22 Mei? Ini Kata Menkominfo

Namun, ketika hendak dikonfirmasi mengenai soal tersebut, Lukman Hakim Saifuddin buru-buru berjalan menuju mobilnya. Ia enggan menjawab.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Romy yang merupakan anggota Komisi XI DPR sebagai tersangka, karena diduga menerima uang Rp 300 juta dari Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved