Pemilu 2019

Caleg P3 yang Terjerat Kasus Serangan Fajar Terpilih Jadi Anggota DPRD DKI

"Kalau dilihat dari rekapitulasi lolos, cuman kalau untuk masalah hukumnya kita serahkan kepada Gakkumdu

Caleg P3 yang Terjerat Kasus Serangan Fajar Terpilih Jadi Anggota DPRD DKI
Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Lokasi yang diduga jadi tempat beelangsungnya praktik serangan fajar di RW 10, Kelurahan Lubang Buaya, Jakarta Timur. 

Caleg asal Partai Persatuan Pembangun (PPP) berinisial MNT meraih kursi legislatif di DPRD DKI Jakarta. MNT disinyalir melakukan politik uang atau serangan fajar di RW 10 Kelurahan Lubang Buaya.

Ketua KPU Jakarta Timur Wage Wardana mengatakan MNT yang merupakan Caleg petahana yang bersaing di Dapil 6 DKI itu merupakan satu dari 10 Caleg di Dapil 6 yang melenggang ke Kebon Sirih.

"Kalau dilihat dari rekapitulasi lolos, cuman kalau untuk masalah hukumnya kita serahkan kepada Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) lah," kata Wage saat dihubungi, Jakarta Timur, Jumat (24/5).

Meski enggan mengomentari kasus hukumnya, Wage membenarkan MNT dimungkinkan gagal jadi anggota dewan bila divonis bersalah melakukan politik uang oleh peradilan.

Merujuk hasil koordinasi dengan Gakkumdu, dia menyebut kasus dugaan politik uang yang diduga melibatkan MNT masih dalam proses penyelidikan.

"Nanti hasil putusannya salinannya sampai ke kita (KPU), nanti diputus berdasarkan putusan pengadilan. Kasusnya masih berproses, kita belum bisa kasih statement apa-apa," ujarnya.

Kasus serangan fajar di RW 10 sendiri dilaporkan Ketua RW Sutarlan pada Rabu (17/4/2019) itu terkuak setelah warganya yang tak kebagian uang melapor lalu membuat laporan resmi ke Bawaslu Jakarta Timur.

Barang bukti yang diamankan Bawaslu Jakarta Timur yakni sisa uang yang belum dibagikan ke warga dan bukti tanda terima bahwa koordinator warga menerima uang sekitar Rp 142 juta.

Sutarlan mengatakan hampir seluruh warganya yang berjumlah 1.427 diberi uang Rp 100 ribu agar mencoblos MNT saat pemungutan suara berlangsung.

"Saya temuin koordinator yang disebut warga, ternyata mereka ngaku dapat uang dari dua Caleg itu. Saya minta mereka stop pembagian dan sita semua barang bukti yang ada," jelas Sutarlan, Kamis (18/5/2019) lalu. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved