Gawai

YLKI: Blokir Media Sosial, Pemerintah Mau Nangkap Tikus Tapi Bakar Lumbung Padi

dan yang dilakukan pemerintah jangan seperti mau menangkap satu ekor tikus, tapi dengan cara membakar lumbung padi," ujarnya.

YLKI: Blokir Media Sosial, Pemerintah Mau Nangkap Tikus Tapi Bakar Lumbung Padi
Istimewa
ilustrasi aplikasi medsos 

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai pemblokiran layanan media sosial di Indonesia terlalu berlebihan.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, secara politis apa yang dilakukan pemerintah bisa dimengerti.

"Walaupun yang dilakukan pemerintah sebenarnya terlambat. dan yang dilakukan pemerintah jangan seperti mau menangkap satu ekor tikus, tapi dengan cara membakar lumbung padi," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (23/5/2019).

Tulus mengatakan, secara hukum apa yang dilakukan pemerintah melanggar hak hak konsumen dan hak hak publik.

"Baik yang dijamin dalam UU Perlindungan Konsumen bahkan UUD 45," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto memastikan pembatasan akses media sosial murni untuk mencegah terjadinya provokasi yang lebih besar saat aksi 22 Mei 2019. Ia meminta masyarakat untuk mengerti kondisi tersebut.

“Kami sangat sesalkan tapi harus kami lakukan, bukan kami sewenang-wenang tapi ini upaya kita untuk berkoban untuk negeri ini,” ungkapnya dalam konferensi pers yang ditayangkan KompasTv Rabu (22/5/2019).

Ia pun mengungkapkan jika selama dua atau tiga hari ini masyarakat akan sulit mengakses foto dan video dari aplikasi What’s App.

“Ya dua tiga hari berkorban untuk tidak melihat gambar kalau teks bisa,” jelasnya.

Halaman
123
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved