Pilpres 2019

Diperiksa Densus 88, Perempuan Bercadar di Aksi 22 Mei Tidak Terlibat Jaringan Teroris

"Menurut keterangan dari Densus 88, yang bersangkutan, tidak ada terlibat atau masuk jaringan teroris," kata Argo

Diperiksa Densus 88, Perempuan Bercadar di Aksi 22 Mei Tidak Terlibat Jaringan Teroris
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (23/5/2019). 

SEMANGGI, WARTAKOTALIVE.COM -- Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan pihaknya mengamankan seorang perempuan bercadar, berpakaian hitam dan mengenakan ransel yang sempat mendekati polisi dalam aksi unjuk rasa di sekitar Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019) malam.

Perempuan itu kata Argo sempat diperiksa dan diamankan Densus 88 Antiteror.

"Kepada ibu yang bersangkutan kita amankan dan kita serahkan ke Densus 88 untuk dilakukan pemeriksaan. Menurut keterangan dari Densus 88, yang bersangkutan, tidak ada terlibat atau masuk jaringan teroris," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (23/5/2019).

Menurut Argo perempuan bercadar itu sempat melintas diantara petugas dan pengunjuk rasa, saat aksi 22 Mei, Rabu (22/5/2019) malam.

"Awalnya ia datang menumpang sepeda motor dan lalu berjalan kaki ke lokasi. Dia melintas diantara polisi dan pengunjuk rasa, kemudian petugas mengingatkn yang bersangkutan untuk berhenti dan sampai depan barulah berhenti. Dan akhirnya ibu ini kita amankan," kata Argo.

Menurut Argo selain dipastikan perempuan itu tidak terlibat jaringan terorisme, pihaknya juga memeriksa ransel hitam yang dibawanya.

"Di dalam ransel, isinya aqua atau air mineral dan identitas yang bersangkutan. Tidak ada bahan bom atau peledak di sana," kata Argo.

Seperti diketahui polisi menangkap seorang wanita bercadar, berpakaian hitam, mengenakan ransel, dan mendekati polisi saat mengamankan aksi unjuk rasa di sekitar Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019) malam.

Dimana saat itu, wanita tersebut tidak menghiraukan permintaan polisi untuk melepaskan tas dan mundur dari barisan polisi.

Aksi perempuan bercadar dan berpakaian hitam sempat membuat panik.

Ia berjalan santai dari arah depan Gedung Jaya menuju barisan polisi di Gedung Bawaslu di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019) malam.

Polisi sempat meminta perempuan itu untuk mundur dan melepas ranselnya, serta agar tidak mendekati barisan Brimob yang tengah berjaga.

Namun, lantaran perintah tak diindahkan, polisi menembakkan gas air mata kepada yang bersangkutan.

Barulah perempuan itu memilih mundur. Kemudian polisi menangkapnya.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved