Sabtu, 18 April 2026

Viral Medsos

WhatsApp, Facebook dan Instagram Down Bertepatan di Aksi 22 Mei 2019

Tiba-tiba saja beberapa aplikasi media sosial tidak dapat beroperasi. Tercatat, Facebook, Instagram dan What's App sulit diakses pada Rabu (22/5/2019)

Penulis: Desy Selviany | Editor: PanjiBaskhara
Istimewa
ilustrasi aplikasi medsos 

KINI warganet ramai pertanyakan media sosial atau medsos WhatsApp Facebook dan Instagram down.

Bahkan, momen WhatsApp down, Facebook down, dan instagram down, bersamaan dengan aksi 22 Mei 2019.

Sampai saat ini, tiga aplikasi mesdsos besutan Mark Zuckerberg itu tidak dapat diakses.

Mulai dari Instagram, WhatsApp hingga Facebook. Walhasil, tagar #Instagramdown pun menjadi tranding topik nomor satu di Indonesia. 

Berkantor di Kawasan Thamrin, Presenter Novita Angie Malah Temui Polisi dan Ucapkan Ini

Alasan Tata Janeeta Pilih Bekerja Ketimbang Jalani Sidang Perceraiannya dengan Mehdi Zati

Mudik Lewat Tol Trans Jawa, Cek Lokasi Rest Area Sepanjang Tol Trans Jawa 

Dalam tagar tersebut, netter mengeluhkan ketiga aplikasi yang tiba-tiba down.

“Buka wassap gada chatt, mau buka ig lagi down, mau buka twitter lagi rusuh, mau buka puasa masih lama gak asik sumpah!” cuit @dawudfe Rabu (22/5/2019).

Netter pun menduga, sulit diaksesnya ketiga media sosial tersebut lantaran untuk menghambat penyebaran hoax dan provokasi saat aksi 22 Mei 2019.

“Alhamdulillah ini wa sama ig down, biar yang lagi demo komunikasinya ganti menggunakan telepati aja. Biar ga nyebar nyebarin hoax,” cuit @novannurhidayat.

Salah seorang netter pun membagikan tips agar instagram kembali bisa diakses.

Caranya ialah dengan mengaktifkan Virtual Private Network (VPN).

“Aktifkan VPN ternyata bisa lancar. Berarti, cuma di Indonesia aja yg down. #InstagramDown #WhatsAppDown,” cuit @hendrawaskitha.

Netter tersebut pun menyarankan mendownload sebuah aplikasi untuk bisa merubah VPN.

Hingga kini pantauan Wartakota, instagram masih dapat diakses melalui website browser.

Diperkirakan aplikasi tersebut tidak dapat diakses sekitar pukul 13.00 WIB.

Seperti diberitakan sebelumnya aksi unjuk rasa 22 Mei masih berlangsung di Jakarta Pusat.

Bukan hanya di kawasan Thamrin, aksi pun melebar hingga ke kawasan Petamburan Tanah Abang.

Kejadian Serupa

Pada Minggu (14/4/2019), media sosial atau medsos seperti WhatsApp Facebook dan Instagram down.

Diketahui kejadian WhatsApp down, Facebook down dan instagram down terjadi di seluruh dunia saat ini.

Belum diketahui penyebab WhatsApp Facebook dan Instagram error atau bermasalah.

WartaKotaLive melansir BanjarmasinPost, layanan Facebook, WhatsApp dan Instagram down atau error di seluruh dunia pada sejak Minggu sore (14/4/2019) waktu Indonesia.

Akibatnya, sejumlah pengguna media sosial di seluruh dunia seperti Eropa, beberapa negara bagian di Amerika Serikat, dan Asia melaporkan jika mereka tidak dapat mengakses ke Facebook, WhatsApp dan Instagram karena down atau error.

Keluhan pengguna media sosial terhadapa layanan Facebook, WhatsApp dan Instagram down atau error tersebut di sampaikan melalui kicauan di media sosial Twitter.

Mengusung tagar #FacebookDown, WhatsAppDown dan #InstagramDown banyak dari pengguna media sosial yang mengeluhkan gangguan pada layanan media sosial tersebut.

Berikut beberapa kicauan keluhan pengguna media sosial

Gangguan yang terjadi ini membuat pengguna tak dapat melakukan pembaharuan status atau menerima pesan.

Di layar komputer atau ponsel hanya akan tertera tulisan "Facebook akan segera kembali".

Rincian Down IG, FB dan WA

WhatsApp tidak bisa diakses dilaporkan oleh banyak pengguna sejak pukul 17.00 WIB.

Jumlah laporannya pun kian meningkat selama satu jam terakhir.

Adapun laporan berasal dari berbagai negara di dunia, antara lain adalah Indonesia, sebagian Asia, Eropa, Malaysia, Kamboja, dan lain-lain.

Sementara itu, hal serupa terjadi pada Instagram.

Masih menurut Down Detector, laporan tumbangnya Instagram meningkat tajam selama satu jam terakhir.

Laman Down Detector menyebut sudah ada total 735 laporan dalam satu jam terakhir. 

Pengguna yang terdampak adalah mereka yang ada di Indonesia, Eropa, Hong Kong, India, sebagian Amerika Serikat, Rusia, dan Jepang.

Pun demikian dengan Facebook. Laman Down Detector mencatat ada 1.282 laporan Facebook down sepanjang satu jam terakhir.

Di mana, mereka yang terdampak adalah pengguna yang berlokasi di Eropa, Jepang, Indonesia, Malaysia, India, Amerika, dan sekitarnya.

Saat kami coba untuk mengakses ketiga platform milik Facebook pun, layanan tak bisa digunakan.

Pada web.whatsapp.com misalnya, situs tak bisa dibuka sama sekali.

Sementara saat menggunakan aplikasi, pesan yang dikirim tidak terkirim ke penerima.

Begitu juga dengan Facebook web yang tak bisa diakses. Sedangkan aplikasi Facebook tidak bisa me-load berbagai notifikasi yang masuk.

Laman Instagram pun mengalami masalah serupa. Kami tak bisa membuka laman Instagram web.

Begitu pula dengan Instagram versi aplikasi yang tak bisa di-load.

Sementara untuk Instagram pemilik akun diketahui tak akan bisa mengunggah kabar terbaru baik melalui Instastory, maupun kronologi.

Redam Hoaks

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara menjelaskan, secara bertahap pihaknya membatasi pengiriman materi video dan foto melalui media sosial pada Rabu (22/5/2019).

Langkah itu dilakukan untuk meredam penyebaran berita hoaks atau informasi negatif yang berisi hasutan atau provokasi melalui video atau foto yang tidak dilengkapi keterangan memadai atau terverifikasi dan disebar melalui media sosial seperti facebook, instagram, twitter.

Sementara penyebaran informasi lewat teks atau kalimat di media sosial tetap berlangsung normal.

Pembatasan itu dilakukan sekurangnya selama tiga hari mulai 22 Mei 2019 siang.

"Di media sosial kadang kita posting teks, video, gambar tanpa disertai keterangan yang benar atau malah keterangannya lain. Inilah yang kita batasi secara bertahap dan untuk sementara waktu," tuturnya dalam keterangan pers bersama Menkopulhukam di Jakarta.

Ia menegaskan, fitur yang tidak diaktifkan sementara waktu adalah untuk pengiriman video dan foto.

"Mengapa ini dilakukan, tanpa kita menyampaikan keterangan apapun, video bisa live dan langsung bisa membangkitkan emosi. Saya mohon maaf, langkah ini harus dilakukan untuk sementara dan semoga bisa cepat selesai dan dikembalikan normal," tutur Rudiantara.

Ia menambahkan, saat ini kesempatan bagi masyarakat untuk kembali mendapatkan informasi yang benar melalui media mainstream. 

Dengan jumlah pengguna media sosial mencapai 200 juta di Indonesia, kata Rudiantara, maka upaya penyebaran muatan negatif yang bersifat provokasi sulit dibendung.

Karena itu pula tindakan pencegahan yang dilakukan tidak dapat dilakukan secara individual.  

"Jadi kalau selama ini bermain di medsos dan penyebaran video viral atau hoaks itu lewat medsos, sekarang untuk sementara kita kembali ke media mainstream. Apresiasi saya kepada teman-teman dari media untuk mengabarkan yang benar," tuturnya.

TERPOPULER

 BREAKING NEWS: Menkominfo Jelaskan Penyebab WhatsApp Facebook dan IG Lamban dan Susah Share Video

 WhatsApp Facebook dan Instagram Down Bertepatan di Aksi 22 Mei 2019

 TERBARU Pembunuh Sadis di Bandung Akhirnya Tertangkap, Sempat 17 Jam Sembunyi di Plafon Rumah Warga

 Luna Maya Ditemukan Terkapar di Kamar Mandi, Raffi Ahmad: Luna Allahu Akbar

 Habis Tetapkan Jokowi Menang Pilpres 2019, KPU Umumkan Hal yang Bikin Banyak Orang Kecele

 BREAKING NEWS: Prabowo Subianto Sebut Pleno KPU Dilakukan Dalam Waktu SENYAP dan Penuh KEJANGGALAN

 Ini Alasan KPU Kenapa Penetapan Pemenang Pilpres 2019 Dilakukan Sebelum 22 Mei 2019

 Ini Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari ke-17 Ramadhan 1440 H pada Rabu (22/5/2019)

 Menambah Pahala, Ini 7 Amalan Sunnah Ketika Puasa Ramadan

 STATUS TERBARU Anak Ustaz Arifin Ilham: Abi Sedang Alami Masa Kritis, Mohon Doa Kesembuhan

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved