Pilpres 2019

Peluang Prabowo-Sandiaga Menjadi Presiden-Wakil Presiden Masih Terbuka, Jika Lakukan yang Satu Ini

Muhammad Qodari menyebut bisa saja gugatan tim BPN Prabowo-Sandiaga ke Mahkaman Konstitusi mengubah hasil Pilpres 2019.

Peluang Prabowo-Sandiaga Menjadi Presiden-Wakil Presiden Masih Terbuka, Jika Lakukan yang Satu Ini
Warta Kota/Adhy Kelana
Pasangan Calon Presiden (Capres) no urut 02 Prabowo-Sandi dan tim pemenangan kampanye menolak keputusan KPU RI mengenai hasil penghitungan suara Pilpres. Hal itu disampaikan Prabowo-sandi di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (21/5/2019). 

Peluang untuk jadi Presiden dan Wakil Presiden bagi pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih terbuka. 

Capres-cawapres Prabowo-Sandiaga bisa memenangkan  jika 38 ribu Tempat Pemungutan Suara ( TPS) dibatalkan, demikian dikatakan Pengamat Politik Indo Barometer Muhammad Qodari.

Hal senda juga dikatakan Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade.

Pendapat keduanya itu disampaikan di Kompas TV, Selasa (21/5/2019) sore tadi.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas TV, Aiman Witjaksono selaku host menanyakan apakah mungkin tudingan kecurangan dari BPN Prabowo-Sandi bisa membalikkan keadaan.

 

Menanggapi hal itu, Muhammad Qodari menyebut bisa saja gugatan tim BPN Prabowo-Sandiaga ke Mahkaman Konstitusi mengubah hasil Pilpres 2019.

"Jadi perbedaan suara sah itu diakibatkan jumlah suara tidak sah di pileg itu sangat besar, hampir sekitar 17 juta lebih sementara pilpres hanya 3 juta sekian, pilpres jauh lebih mudah untuk memilih hanya 2 pasangan," katanya.

Anies Baswedan Kirim Karangan Bunga Ucapan Duka Cita untuk Farhan Syafero

Viral, Marbot Ini Punya Cara Bangunkan Sahur Sangat Unik Bikin Deddy Corbuzier Ketawa

Kepergian Farhan Ikut Demo di Bawaslu Tidak Diketahui Keluarga, Telepon Ibunda Dijawab Innalillahi

Namun ia menyebut, membuktikan kecurangan di MK itu cukup sulit.

"Untuk membuktikan kecurangan itu tidak mudah, kerena selisih 17 juta," ujarnya.

Namun ia menyebut bukan tidak mungkin jika hitung-hitungan bisa mengubah siapa pemenang Pilpres 2019.

Ia pun membuat hitung-hitungan dengan jumlah selisih 17 juta antra kedua paslon.

"Nah selisih 17 juta itu kalau dibagi dua itu 8,5 juta, ya katakanlah memastikan itu memang akan mengubah hasil akhir, katakanlah diperlukan 9 juta suara, berarti berapa TPS itu yang dicurangi?," katanya.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Tibun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved