Festival Pangan

Unika Atma Jaya Gelar Festival Pangan 2019‎ untuk Ciptakan Produk Pangan yang Inovatif

Unika Atma Jaya menggelar kegiatan 'Festival Pangan 2019' di Kampus 3 BSD, Cisauk, Tangerang, Banten, Senin (20/5/2019).

Unika Atma Jaya Gelar Festival Pangan 2019‎ untuk Ciptakan Produk Pangan yang Inovatif
Wartakotalive.com/Ign Agung Nugroho
Para mahasiswa Unika Atma Jaya semester 4 dari dua program studi, Biologi dan Teknologi Pangan mengikuti kegiatan 'Festival Pangan 2019' di Kampus 3 BSD, Cisauk, Tangerang, Banten, Senin (20/5/2019). 

Unika Atma Jaya menggelar kegiatan 'Festival Pangan 2019' di Kampus 3 BSD, Cisauk, Tangerang, Banten, Senin (20/5/2019).

Event tahunan tersebut, kali ini mengusung tema 'Food for Live Survival'.

Dalam kegiatan itu, menghadirkan 12 produk makanan yang dipresentasikan para mahasiswa semester 4, dari dua program studi, yakni Biologi dan Teknologi Pangan.

Diana Lestari, S.Gz., MSI, selaku dosen pembimbing Fakultas Teknobiologi mengatakan, sesuai dengan tema yang diangkat, para mahasiswa menampilkan makanan cepat saji yang dapat menggantikan kebutuhan energi tubuh.

Para mahasiswa Unika Atma Jaya  semester 4 dari dua program studi, Biologi dan Teknologi Pangan mengikuti kegiatan 'Festival Pangan 2019' di Kampus 3 BSD, Cisauk, Tangerang, Banten, Senin (20/5/2019).
Para mahasiswa Unika Atma Jaya semester 4 dari dua program studi, Biologi dan Teknologi Pangan mengikuti kegiatan 'Festival Pangan 2019' di Kampus 3 BSD, Cisauk, Tangerang, Banten, Senin (20/5/2019). (Wartakotalive.com/Ign Agung Nugroho)

"Inovasi makanan ini diharapkan berguna saat ‎ bencana ataupun untuk dibawa bepergian ke tempat yang sulit akses makanan, seperti daerah perkemahan, dan daerah yang terbatas fasilitas," kata Diana.

Diana menuturkan, tujuan utama dari program ini agar mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu mereka melalui teknologi pangan. Sehingga, dapat menciptakan produk yang inovatif.

"Tentunya ini juga sekaligus menjawab tantangan ketahanan pangan di Indonesia," katanya.

Selain itu, program ini juga merupakan pelatihan bagi mahasiswa untuk berpikir kreatif dan inovatif, sehingga bisa menjadi bekal mereka nanti saat terjun di dunia kerja. ‎

Hal ini, dikarenakan mahasiswa dituntut untuk menggunakan berbagai variasai bahan pangan dengan mengenal kekayaaan alam bahan pangan Indonesia.

‎"Kegiatan ini juga memberi kesempatan pada mahasiswa dalam mempresentasikan produk makanan yang siap produksi dan siap jual. Inovasi produk makanan ini tentunya dinilai berdasarkan inovasi bahan makanan dan nilai gizinya," ujar Diana.

Aneka produk pangan yang dihadirkan para mahasiswa dalam festival ini, digarap secara kelompok, setiap kelompok berjumlah antara 10-11 mahasiswa.

Salah satu produk yang dihadirkan adalah 'Mie-luck‎' yang digarap oleh mahasiswa bernama Euinike Tiffany bersama kelompoknya.

"Mie-luck adalah mie dari bahan dasar beras merah. Bahan beras merah kami jadikan mie karena mampu membuat lebih kenyang lama ‎dengan bumbu yang terinspirasi dari laksa Tangerang," kata Euinike.

Produk lain yang dihadirkan para mahasiswa, ada juga dengan dengan sebutan' Cobaco', yakni makanan dalam bentuk pasta terbuat dari bahan dasar cokelat dan pisang.

Selain itu, ada Nutcrookies, cookies dengan bahan dasar kacang merah dan kacang kenari.

Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved