Pilpres 2019

Satuan Gultor Cuma Bisa Diterjunkan Atas Perintah Panglima TNI

Satuan Khusus Penanggulangan Teror TNI (Satgultor 81) hanya bisa diturunkan atas perintah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Satuan Gultor Cuma Bisa Diterjunkan Atas Perintah Panglima TNI
Dispen Kormar
Latihan Penanggulangan Terorisme Satgultor TNI TA.2019 bertemakan "Satgultor TNI Melaksanakan Penanggulangan Aksi Terorisme di Wilayah DKI Jakarta Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI" 

KAPUSPEN TNI Mayjen Sisriadi menjelaskan, Satuan Khusus Penanggulangan Teror TNI (Satgultor 81) hanya bisa diturunkan atas perintah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Satgultor 81, katanya, hanya akan diterjunkan jika ada informasi yang sangat akurat mengenai aksi terorisme yang akan menunggangi aksi unjuk rasa 22 Mei 2019, oleh kelompok pendukung pasangan 02.

Satgultor 81 melakukan simulasi terkait penanganan ancaman teroris dalam tahap rekapitulasi penghitungan suara Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (17/5/2019) pekan lalu.

BREAKING NEWS: Beredar SPDP Kasus Dugaan Makar, Muncul Nama Prabowo Subianto

"Kecuali apabila diyakini adanya teroris yang akan memanfaatkan situasi untuk melakukan aksi teror dengan didukung oleh informasi yang akurat (benar) dan bersumber dari sumber-sumber informasi yang dapat dipercaya, penggunaan Satuan Gultor TNI hanya atas perintah Panglima TNI," kata Sisriadi saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Selasa (21/5/2019).

Sisriadi juga menjelaskan, instruksi Panglima TNI untuk menggerakan Satgultor 81 tersebut tidak perlu diumumkan lebih dahulu ke masyarakat.

Sisriadi menekankan, saat ini posisi Satgultor 81 tersebut masih berada di homebase yang dirahasiakan.

Prabowo Subianto: Tidak Ada Niat Kami untuk Makar

"Mereka akan tetap berada di home base. Saya ulangi, mereka akan tetap di home base," jelas Sisriadi.

Jika memang terpaksa harus diterjunkan karena ada kelompok teroris yang mencoba menfaatkan situasi pada aksi 22 Mei, maka dari segi jumlah pasukan dan strategi, juga di bawah kendali Panglima TNI.

Menurut Sisriadi, saat ini situasi pertahanan dan keamanan terpantau kondusif dan belum ada eskalasi status pertahanan dan keamanan menjelang aksi 22 Mei besok.

Luhut Pandjaitan Bilang Purnawirawan Pendukung 02 Banyak yang Belum Pernah Dengar Desingan Peluru

Ia menjelaskan, sampai saat ini masih diterapkan prosedur pertahanan dan keamanan untuk obyek vital di ibu kota seperti biasanya, yakni Polda Metro Jaya sebagai pihak yang menjadi leading sector, dan Kodam Jayakarta untuk perbantuannya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved