Mudik Gratis

Peserta Mudik Gratis di Bekasi Hemat Ongkos Rp 2 jutaan

Mereka menyebut bisa menghemat biaya pengeluaran hingga Rp 2 jutaan melalui program ini.

Peserta Mudik Gratis di Bekasi Hemat Ongkos Rp 2 jutaan
Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri
Peserta mudik gratis melakukan pendaftaran ulang di Kantor Dinas Perhubungan Kota Bekasi pada Selasa (21/5) pagi. Selama enam hari dari 20 Mei sampai 25 Mei, petugas melakukan pendaftaran ulang bagi peserta mudik yang tempo hari mendaftar kepada petugas. 

BEKASI, WARTAKOTALIVE.COM -- Peserta mudik gratis yang diadakan Kementerian Perhubungan dan Provinsi Jawa Barat di Kota Bekasi mengaku terbantu dengan adanya program ini.

Mereka menyebut bisa menghemat biaya pengeluaran hingga Rp 2 jutaan melalui program ini.

Seperti yang diungkapkan Suyadi (51) peserta mudik gratis dari Kota Bekasi ini.

Dia menyebut, bisa menghemat pengeluaran hingga Rp 2 juta untuk perjalanan mudik menggunakan program ini.

"Saya mudik ke Solo, karena pakai bus untuk empat orang termasuk saya, istri dan dua anak bisa sampai Rp 2 jutaan," kata Suyadi warga Kampung Pedurenan RT 02/03, Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Selasa (21/5).

Suyadi mengaku, sebelumnya telah mengikuti program mudik gratis ini di tahun lalu.

Hanya saja saat itu keberangkatannya di Kabupaten Bekasi, namun sekarang diubah menjadi Kota Bekasi.

Dia berharap, agar program mudik gratis ini selalu diadakan setiap tahun, bahkan diperbanyak.

Selain bisa menekan terjadinya kecelakaan dan kemacetan, program mudik gratis juga membantu masyarakat dari sisi finansial.

"Bagi saya yang pekerja lepas tentu sangat terbantu dengan program ini, karena saya tidak perlu pusing mikirin ongkos bus lagi," ujarnya.

Senada diungkapkan oleh Peserta mudik lainnya, Ratih (33) mengatakan mudik gratis bisa menghemat biaya pengeluarannya ke kampung halaman di Kebumen, Jawa Tengah hingga Rp 1,5 jutaan.

Dalam program mudik gratis ini, Ratih juga memboyong suami dan anaknya untuk pulang ke kampung halamannya.

Dia lebih memilih mudik gratis yang disediakan Jawa Barat ketimbang kementerian karena pendaftarannya lebih mudah yakni secara manual.

"Kalau mudik gratis dari kementerian harus online via website, khawatir error jadi saya daftar manual saja langsung ke petugas loket," ujarnya. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved