Pemilu 2019

Para Pendukung Prabowo-Sandi Bakal Unjuk Rasa di KPU dan Bawaslu, Taufik: Sulit Rakyat Dilarang

Ketua DPD Gerindra M Taufik mengatakan, pihaknya tak bisa melarang para pendukung Prabowo-Sandi yang hendak melakukan aksi demo di KPU dan Bawaslu.

Para Pendukung Prabowo-Sandi Bakal Unjuk Rasa di KPU dan Bawaslu, Taufik: Sulit Rakyat Dilarang
Warta Kota/Joko Supriyanto
Ketua DPD Partai Gerindra M Taufik mengatakan, pihaknya tak bisa melarang para pendukung Capres Prabowo-Sandi yang hendak melakukan aksi demonstrasi di depan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu RI. 

Ketua DPD Gerindra M Taufik mengatakan, pihaknya tak bisa melarang para pendukung Capres Prabowo-Sandi yang hendak melakukan aksi demonstrasi di depan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu RI.

PADA 22 Mei 2019, diperkirakan bakal ada gelombang massa yang melakukan aksi unjuk rasa protes terhadap hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang dianggap curang.

Menurut Taufik, aksi tersebut merupakan hak rakyat yang menyuarakan kebenaran dan tak bisa dilarang-larang.

"Gini, itu kan rakyat boleh saja. Saya kira sulit lah rakyat dilarang," ujar Taufik saat dihubungi, Selasa (21/5/2019).

Namun, Taufik membatah bila aksi yang kerap disebut people power itu didalangi oleh pihaknya.

Kata dia, itu terjadi karena spontanitas masyarakat yang tak terima melihat hasil Pemilu yang penuh kecurangan.

 VIRAL di Media Sosial! Rumah Super Megah Tak Berpenghuni Ini Dijual Murah

 Arifin Ilham Tulis Wasiat Kematian, Siapkan Kain Kafan, Makam, dan Ingin Disalatkan di 2 Masjid Ini

 Duluan Siapa, Nabi Adam atau Manusia Purba? Ini Penjelasan Lengkap Quraish Shihab dan UAS

 Sesuai Arahan Jokowi, Adian Napitupulu Serukan Aktivis 98 Siaga Satu tapi Tak Turun ke Jalan

"Gak ada, Gerindra gak mengakomodir. Ini rakyat kok, kita enggak mengkordinir apa-apa. Rakyat saja sudah, rakyat juga merasa tidak nyaman melihat pemilihan umum yang curang ini," kata Taufik.

Taufik pun berencana bakal turun untuk melihat secara dekat aksi unjuk rasa besok di depan Gedung Bawaslu.

"Insya Allah saya lihat dari dekat ke Bawaslu," kata Taufik.

Sebanyak 50.000 personel gabungan dari TNI, Polri dan aparat Pemprov DKI akan dikerahkan dalam mengamankan aksi unjuk rasa tersebut.

 Terkejut Dituduh Perekam Video Penggal Kepala Presiden, Guru Ini Khawatir Jadi Sasaran Kemarahan

Tak hanya itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI juga telah mengimbau agar semua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Ibu Kota untuk siap menampung korban-korban dari aksi unjuk rasa itu.

Pihak Dinkes bakal menyiagakan 337 personel di semua RSUD DKI yang terbagi menjadi 82 dokter umum, 173 perawat dan 82 sopir ambulans.

Dinkes DKI juga menyiagakan 42 ambulans Puskesmas, 20 ambulans RSUD, 15 ambulans gawat darurat, lima ambulans Suku Dinas Kesehatan, ambulans rumah sakit swasta, dan Unit Reaksi Cepat Ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan. (M16)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved