Berita Video

Muntah saat Berpuasa, Begini Hukum Puasanya

Kondisi kesehatan seseorang tidak bisa ditebak. Karna penyakit bisa menyerang kapan saja. Termasuk di saat seseorang tengah menjalankan ibadah puasa.

Jika pada saat menjalankan puasa seseorang sakit sampai muntah-muntah. Bagaimana hukumnya?
Apakah dapat membatalkan puasa?

Dilansir dari harakahislamiyah.com, ada dua keadaan pada seseorang muntah ketika dalam keadaan
puasa dan hal ini mempengaruhi puasa yang dia kerjakan, antara lain:

1. Orang yang muntah karena terpaksa.

Orang yang tidak dapat menahan mual dan di luar kendalinya, tiba-tiba ia muntah. Hal tersebut tidak membatalkan puasanya dan tidak ada kewajiban mengganti puasa.

Seperti tertulis dalam hadis berikut

مَنْ ذَرَعَهُ الْقَيْءُ فَلْيُتِمَّ عَلَى صَوْمِهِ ، وَلاَ قَضَاءَ عَلَيْهِ وَمَنْ قَاءَ مُتَعَمِّدًا فَلْيَقْضِ

Barangsiapa yang terpaksa muntah, maka hendaklah ia menyempurnakan/melanjutkan puasanya dan tidak ada qadha baginya. Dan barangsiapa yang muntah secara sengaja, maka hendaklah ia meng-qadha puasanya (HR. Al-Daruquthni).

2. Orang yang muntah karena disengaja.

Keadaan yang kedua ini bisa terjadi pada orang yang sedang sakit mual kemudian memaksakan diri untuk memuntahkannya. Padahal, ia masih bisa menahannya.

Hal itu membatalkan puasanya, sehingga ia wajib mengganti puasanya (qadha) di luar bulan Ramadan.

Terkait keadaan ini, Nabi saw pernah bersabda,

مَنِ اسْتَقَاءَ عَامِدًا فَعَلَيْهِ الْقَضَاءُ وَمَنْ ذَرَعَهُ الْقَىْءُ فَلاَ قَضَاءَ عَلَيْهِ

Barangsiapa yang muntah karena disengaja, maka ia mesti meng-qadha puasanya.
Dan barangsiapa yang muntah karena terpaksa, maka tidak ada qadha baginya. (HR. Al-Daruquthni).

Penulis: Muhamad Rusdi
Editor: Ahmad Sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved