Selasa, 19 Mei 2026

Pilpres 2019

Kubu Prabowo Tolak Hasil Rekapitulasi Pilpres 2019, Tapi Pileg 2019 Hanya Minta Perbaikan

Kubu Prabowo Tolak Hasil Rekapitulasi Pilpres 2019, Tapi Pileg 2019 Hanya Minta Perbaikan. Simak selengkapnya

Tayang:
Wartakotalive.com/KPU
Pleno KPU pada Selasa (21/5/2019) dini hari memutuskan, pasangan Joko Widodo-KH Maruf Amin menjadi pemenang Pilpres 2019. Pasangan Jokowi-Amin memperoleh 85.607.362 suara atau 55,50 persen, dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperoleh 68.650.239 suara atau 44,50 persen. Selisih suara Jokowi dan Prabowo adalah 16.957.123 suara atau 11 persen. 

Komisi Pemilihan Umum RI (KPU RI) resmi menetapkan hasil resmi Pemilu dan Pilpres 2019 Selasa (21/5/2019) dini hari.

Hasil Pilpres 2019 pun relatif persis dengan hasil situng atau real count Pilpres 2019 oleh KPU maupun quick count lembaga survei kredibel terdaftar.

Saksi dari Paslon 02 Prabowo Subianto & Sandiaga Uno menolak menandatangani berkas pengesahan rekapitulasi suara Pilpres 2019. 

Sejumlah saksi dari Parpol pengusung Prabowo - Sandi juga menolak bertandatangan.

 Data Statistik Tunjukkkan Sektor Pertanian di Era Jokowi Lebih Baik dari Sebelumnya

 Artis Cantik Tamara Bleszynski Ternyata Basis Nasbung Juga

 Ucap Terima Kasih Pada Relawan, Netter Malah Salfok Sama Otot Sandi

Saksi dari Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak menandatangani berkas penetapan hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019.

Berita acara hasil rekapitulasi suara pilpres ditandatangani oleh saksi perwakilan paslon 01 Jokowi-Ma'ruf serta Ketua dan Anggota KPU.

Sementara, berita acara hasil rekapitulasi suara pileg, selain ditandatangani oleh Ketua dan Anggota KPU, juga ditandatangani oleh PKB, PDI-P, Golkar, Nasdem, Garuda, PPP, PSI, Demokrat, PBB, dan PKPI.

Sedangkan saksi Gerindra, PKS, PAN, dan Berkarya memutuskan untuk tak memberikan tanda tangan.

 Viral Jenazah Petani Diikat di Keranjang Motor Menuju Rumah Duka di Riau Karena Jalan Rusak

 VIRAL di Media Sosial! Rumah Super Megah Tak Berpenghuni Ini Dijual Murah

 Data Statistik Tunjukkkan Sektor Pertanian di Era Jokowi Lebih Baik dari Sebelumnya

 Artis Cantik Tamara Bleszynski Ternyata Basis Nasbung Juga

 Ucap Terima Kasih Pada Relawan, Netter Malah Salfok Sama Otot Sandi

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria, yang juga menghadiri pleno akhir rekapitulasi di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (21/5/2019) dini hari, mengatakan, yang ditolak pihaknya adalah hasil pilpres dan pileg di beberapa provinsi.

"Bukan (tolak hasil pileg). Hasil pilpres kami menolak. Kalau pileg, kami minta perbaikan ada beberapa provinsi. Kami minta dikoreksi seperti Papua ada beberapa lebih dari 5 kabupaten supaya kami minta ada pemungutan suara ulang," kata Riza.

Sementara itu, saksi Gerindra yang juga Ketua Bidang Hubungan Penyelenggara Pemilu, Abdul Haris, mengatakan, partainya menganggap ada beberapa provinsi yang dianggap bermasalah.

"Kami ajukan ke MK. Jadi, karena BAP keseluruhan, maka saya kira kami tolak tanda tangan. Ada sekitar 5 provinsi," ujar Haris.

Ia menyebutkan, dari lima provinsi yang dianggap bermasalah, empat di antaranya adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.

Wakil Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Fikri Yasir memberikan catatan bahwa penolakan ini karena salah satunya tidak dilaksanakannya rekomendasi Bawaslu. Tidak ada sanksi yang diberikan.

 Data Statistik Tunjukkkan Sektor Pertanian di Era Jokowi Lebih Baik dari Sebelumnya

 Artis Cantik Tamara Bleszynski Ternyata Basis Nasbung Juga

 Ucap Terima Kasih Pada Relawan, Netter Malah Salfok Sama Otot Sandi

"Enggak ada punishment gitu. Kami aja yang di sini begitu situasinya. Makanya kami menolak dua-duanya," kata Fikri.

Hal senada juga diungkapkan perwakilan Partai Berkarya, Andi Picunang. Sebagai partai pendukung Prabowo-Sandiaga, penolakan pilpres juga otomatis menolak hasil pileg.

"Karena ini bagian satu kesatuan sesuai UU Nomor 7 tentang pemilu. Kami Berkarya sebagai bagian koalisi punya kepentingan untuk memperjuangkan suara pileg yang juga TSM. Itulah kenapa kami belum terima hasil pileg dan pilpres," papar Andi Picunang.

Saat rapat penetapan hasil rekapitulasi, saksi Prabowo-Sandiaga, Azis Subekti, mengatakan, penolakan tersebut sebagai monumen moral bahwa pihaknya tidak pernah menyerah untuk melawan ketidakadilan, melawan kecurangan, hingga melawan kesewenang-wenangan.

"Kami, saya Azis Subekti dan Pak Didik Haryanto sebagai saksi dari BPN 02 menyatakan menolak hasil pilpres yang telah diumumkan," kata Azis usai pembacaan hasil rekapitulasi dalam rapat pleno yang digelar di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019) dini hari.

Perolehan Resmi Suara Parpol, PDIP No 1, Gerindra Runnerup

 Data Statistik Tunjukkkan Sektor Pertanian di Era Jokowi Lebih Baik dari Sebelumnya

 Artis Cantik Tamara Bleszynski Ternyata Basis Nasbung Juga

 Ucap Terima Kasih Pada Relawan, Netter Malah Salfok Sama Otot Sandi

Sebanyak 9 partai politik mendapatkan perolehan suara di atas 4 persen atau melewati ambang batas parlemen.

Sisanya, sebanyak 7 parpol mendapat suara di bawah empat persen atau tak lolos ambang batas parlemen.

Demikian hasil pemilu legislatif yang ditetapkan setelah Komisi Pemilihan Umum ( KPU) menetapkan rekapitulasi hasil penghitungan dan perolehan suara tingkat nasional. Rekapitulasi meliputi 34 provinsi dan 130 wilayah luar negeri.

Hasil rekapitulasi ini ditetapkan pada Selasa (21/5/2019) pukul 01.46 WIB melalui Keputusan KPU RI Nomor 987/PL.01.8-KPT/06/KPU/V/2019 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Anggota Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota Secara Nasional dalam Pemilihan Umum Tahun 2019.

"Memutuskan menetapkan keputusan KPU tentang penetapan hasil pemilihan umum presiden dan wakil presiden, anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota secara nasional dalam Pemilihan Umum tahun 2019," kata Ketua KPU Arief Budiman di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019) dini hari.

 Data Statistik Tunjukkkan Sektor Pertanian di Era Jokowi Lebih Baik dari Sebelumnya

 Artis Cantik Tamara Bleszynski Ternyata Basis Nasbung Juga

 Ucap Terima Kasih Pada Relawan, Netter Malah Salfok Sama Otot Sandi

Berdasarkan penetapan KPU, PDI Perjuangan meraih suara paling tinggi yaitu 27.053.961 suara atau 19,33 persen.

Di bawah PDI-P menyusul Gerindra dengan perolehan suara 17.594.839 atau 12,57 persen.

Urutan ketiga ditempati oleh Golkar dengan 17.229.789 atau 12,31 persen.

Urutan keempat hingga terakhir secara berurutan yaitu PKB, Nasdem, PKS, Demokrat, PAN, PPP, Perindo, Berkarya, PSI, Hanura, PBB, Garuda, dan PKPI.

Berikut hasil perolehan suara pemilu legislatif yang ditetapkan KPU, diurutkan berdasarkan suara tertinggi ke terendah:

 Data Statistik Tunjukkkan Sektor Pertanian di Era Jokowi Lebih Baik dari Sebelumnya

 Artis Cantik Tamara Bleszynski Ternyata Basis Nasbung Juga

 Ucap Terima Kasih Pada Relawan, Netter Malah Salfok Sama Otot Sandi

1. PDI-P 27.053.961 (19,33 persen)

2. Gerindra 17.594.839 (12,57 persen)

3. Golkar 17.229.789 (12,31 persen)

4. PKB 13.570.097 (9,69 persen)

5. Nasdem 12.661.792 (9,05 persen)

6. PKS 11.493.663 (8,21 persen)

7. Demokrat 10.876.507 (7,77 persen)

8. PAN 9.572.623 (6,84 persen)

9. PPP 6.323.147 (4,52 persen)

10. Perindo 3.738.320 (2,67 persen)

11. Berkarya 2.929.495 (2,09 persen)

12. PSI 2.650.361 (1,89 persen)

13. Hanura 2.161.507 (1,54 persen)

14. PBB 1.099.848 (0,79 persen)

15. Garuda 702.536 (0,50 persen)

16. PKPI 312.775 (0,22 persen)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Penjelasan Resmi Saksi 02 Prabowo Sandi Tolak Rekap KPU RI, Padahal Gerindra No 2 Suara Parpol.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved