Road to Wanda

Jelang Final Liga Champions, Tottenham Hotspur Latihan di Rumah Saja

Skuad Tottenham cukup berlatih di pusat latihan mereka yang mewah, Enfield Training Ground, sampai menjelang keberangkatan mereka ke Madrid

Jelang Final Liga Champions, Tottenham Hotspur Latihan di Rumah Saja
Instagram/spursofficial
Dele Alli dan Son Heung-min 

Mauricio Pochettino bukanlah Juergen Klopp, sehingga pelatih Tottenham Hotspur tidak membawa skuadnya berlatih ke luar negeri seperti yang dilakukan calon lawannya.

Skuad Tottenham cukup berlatih di pusat latihan mereka yang mewah, Enfield Training Ground, sampai menjelang keberangkatan mereka ke Madrid.

Sebagaimana diwartakan The Sun, rombongan Tottenham ini baru akan terbang ke Madrid pada tanggal 29 Mei nanti. Sepertinya Pochettino menganggap dua hari sudah cukup bagi skuadnya untuk beradaptasi dengan temperatur kota Madrid, yang pastinya lebih hangat dari London.

Sebenarnya, Pochettino juga tidak anti menggelar latihan di luar negeri. Dia pernah kok mengajak Tottenham latihan di Barcelona beberapa kali selama dia melatih Tottenham. Bahkan pada beberapa bulan lalu mereka melakukan "karya-wisata" di kota terbesar kedua di Spanyol tersebut.

Persiapan Final Liga Champions, Liverpool Berlatih di Marbella

Namun, kali ini dia memutuskan timnya berlatih di Enfield saja, di suasana yang lebih familiar bagi mereka.

Para pemainnya juga tidak keberatan mereka tetap latihan di rumah. Hal ini terlihat dari raut wajah mereka yang ceria saat latihan.

Sebagaimana terlihat dalam foto-foto yang dilansir laman Tottenham, Gigi-gigi Dele Alli dan Son Heung-min terlihat saat mereka melakukan latihan penguatan otot sekaligus ketangkasan di sasana (gym) di Enfield. Latihan ini bertujuan agar lebih kuat dan lebih gesit saat berduel satu lawan satu dengan pemain lawan.

Lucas Moura dan Christian Eriksen juga tampak bahagia ketika melakukan latihan yang sama dengan Alli dan Son.

Lucas Moura dan Chrsitian Eriksen latihan kekuatan dan ketangkasan
Lucas Moura dan Chrsitian Eriksen latihan kekuatan dan ketangkasan (tottenhamhotspur.com)

Tottenham memiliki mesin khusus untuk latihan ini. Sebuah harness, yang disambungkan dengan tali karet ke mesin, dipasang ke pinggang pemain. Sementara mesin itu bisa diatur berat bebannya, disesuaikan dengan program latihan atlet tersebut.

Teorinya, dengan memberikan beban pada otot saat latihan akan menstimulasi otot fast-twich, sehingga atlet tersebut akan bergerak lebih cepat dan lebih reaktif.

Gaya permainan Pochettino memang membutuhkan atlet yang lebih kuat, lebih reaktif, sekaligus lebih bugar sehingga bisa melakoni pertandingan sampai lebih dari 90 menit.

Karena itulah pelatih berpaspor Argentina ini juga mementingkan hypertrophy training, selain latihan taktik dan strategi sepak bola.

Senin (20/5) adalah jadwal latihan otot bagi skuad Tottenham. Selain melakukan latihan kekuatan dan ketangkasan, mereka juga melakukan latihan untuk kelenturan otot. Latihan itu juga penting, karena bertujuan agar atlet tidak gampang cedera saat bekerja keras.

Melihat program latihan Pochettino ini, bisa diduga bahwa Tottenham akan bermain dengan sistem tekan-cepat (quick-press system) pada laga final Liga Champions di Wanda Metropolitano nanti, untuk mengimbangi counter-pressing  yang dimainkan Liverpool pada musim 2018-2019.

Maklum, selama musim ini Tottenham mengalami dua kekalahan di Liga Inggris dari Liverpool . Tak mengherankan jika Pochettino ingin menuntut balas di Liga Champions. Tentunya hal ini akan menjadi pembalasan yang sempurna.

Penulis: AC Pingkan U
Editor: AC Pinkan Ulaan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved