Baznas Bekasi Naikan Target Perolehan Zakat Fitrah Rp 450 Juta

Badan Amil Zakat Indonesia Kabupaten Bekasi menaikan target perolehan zakat fitrah di wilayah setempat pada bulan Ramadan 1440 H sebesar Rp 450 juta.

Baznas Bekasi Naikan Target Perolehan Zakat Fitrah Rp 450 Juta
net
Ilustrasi Zakat 

Lembaganya telah memiliki 150 unit pengumpul zakat yang tersebar 23 kecamatan di wilayah setempat.

Zakat fitrah yang diperoleh tidak hanya uang, namun juga berbentuk barang seperti beras.

WARTA KOTA, BEKASI--- Badan Amil Zakat Indonesia (Baznas) Kabupaten Bekasi menaikan target perolehan zakat fitrah di wilayah setempat pada bulan Ramadan 1440 H sebesar Rp 450 juta.

Bila target itu tercapai, maka perolehan zakat di wilayah setempat mencapai Rp 1,6 miliar.

"Tahun ini kami targetkan perolehan total zakat fitrah mencapai Rp 1,6 miliar atau naik Rp 450 juta dari tahun 2018 lalu," kata Ketua Baznas Kabupaten Bekasi, Abdul Aziz, Selasa (21/5/2019).

Toyota Kritik Keputusan Presiden AS Donald Trump, Apa Alasannya?

Aziz yakin target tersebut bisa tercapai karena penduduk Kabupaten Bekasi meningkat setiap tahunnya.

Apalagi lembaganya telah memiliki 150 unit pengumpul zakat yang tersebar 23 kecamatan di wilayah setempat.

"Zakat fitrah merupakan kewajiban umat muslim bagi masyarakat yang mampu hingga menjelang lebaran," ujar Aziz.

Huawei Dilarang Masuk ke Amerika Serikat, Pendiri Huawei: Kami Baik-baik Saja

Menurut dia, zakat fitrah yang diperoleh tidak hanya uang, namun juga berbentuk barang seperti beras.

Oleh karena itu, nilai Rp 1,6 miliar yang dipatok kali ini merupakan total akumulasi perolehan zakat dari sisi uang maupun beras.

"Tidak semua masyarakat memberikan zakat fitrahnya dalam bentuk uang, tapi ada juga yang memberi beras," ungkapnya.

Mudik Lebaran Naik Kereta Api, Perhatikan Aturan Bawa Barang ke Dalam Kereta Api

Dia menjelaskan, bila dalam hukum Islam zakat yang dikeluarkan sebaiknya memang dalam bentuk makanan pokok yakni beras.

Namun beberapa warga lebih memilih uang tunai karena dianggap praktis dan efisien.

"Sebetulnya diperbolehkan saja bila mengganti dengan uang, asal nilanya setara dengan beras yang dikonsumsi," katanya.

Penjelasan Analisis Pasar Modal soal Kinerja Jokowi Selama 5 Tahun

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved