Baznas Bekasi Naikan Target Perolehan Zakat Fitrah, Dibanding Tahun Lalu Naik Hingga Rp 450 Juta

Tahun ini kita targetkan perolehan total zakat fitrah mencapai Rp 1,6 miliar atau naik Rp 450 juta dari tahun 2018 lalu

Baznas Bekasi Naikan Target Perolehan Zakat Fitrah, Dibanding Tahun Lalu Naik Hingga Rp 450 Juta
Istimewa
Ilustrasi: Presiden Anjurkan Zakat ke BAZNAS 

Badan Amil Zakat Indonesia (Baznas) Kabupaten Bekasi menaikan target perolehan zakat fitrah di wilayah setempat pada bulan Ramadan 1440 H sebesar Rp 450 juta.

Bila target itu tercapai, maka perolehan zakta di wilayah setempat mencapai Rp 1,6 miliar.

"Tahun ini kita targetkan perolehan total zakat fitrah mencapai Rp 1,6 miliar atau naik Rp 450 juta dari tahun 2018 lalu," kata Ketua Baznas Kabupaten Bekasi Abdul Aziz pada Selasa (21/5).

Ini Besaran Zakat Fitrah yang Telah Ditetapkan MUI di Kabupaten Bekasi

Presiden Anjurkan Zakat ke BAZNAS

Bisa Jadikan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah, Presiden Ingin Potensi Zakat Dikuatkan

Aziz yakin target tersebut bisa tercapai karena penduduk Kabupaten Bekasi meningkat setiap tahunnya.

Apalagi lembaganya telah memiliki 150 unit pengumpul zakat yang tersebar 23 kecamatan di wilayah setempat.

"Zakat fitrah merupakan kewajiban umat muslim bagi masyarakat yang mampu hingga menjelang lebaran," ujar Aziz.

TERBARU Pembunuh Sadis di Bandung Akhirnya Tertangkap, Sempat 17 Jam Sembunyi di Plafon Rumah Warga

Menurut dia, zakat fitrah yang diperoleh tidak hanya uang, namun juga berbentuk barang seperti beras. Karena itu, nilai Rp 1,6 miliar yang dipatok kali ini merupakan total akumulasi perolehan zakat dari sisi uang maupun beras.

"Tidak semua masyarakat memberikan zakat fitrahnya dalam bentuk uang, tapi ada juga yang memberi beras," ungkapnya.

Penganiaya Suporter Persija Haringga Sirla Kecewa Divonis 7 Tahun Penjara, Ajukan Banding

Dia menjelaskan, bila dalam hukum Islam zakat yang dikeluarkan sebaiknya memang dalam bentuk makanan pokok yakni beras.

Namun beberapa warga lebih memilih uang tunai karena dianggap praktis dan efisien.

"Sebetulnya diperbolehkan saja bila mengganti dengan uang, asal nilainya setara dengan beras yang dikonsumsi," katanya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Wito Karyono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved