Berita Video

VIDEO: Tanggapi Hoaks Cacar Monyet, Begini Penjelasan RSPAD Gatot Subroto

pasien ini adalah anggota TNI. Tapi bukan kena penyakit cacar monyet ya yang di medsos

Isu tentang seorang anggota TNI yang meninggal lantaran penyakit cacar monyet di RSPAD Gatot Soebroto, Sabtu (19/5) lalu, telah terjawab. Baik pihak RSPAD maupun TNI AD menyatakan bahwa hal tersebut merupakan kabar bohong atau hoax.

Kepala Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSPAD Gatot Soebroto Jakarta Kolonel dr. Anjar Budi Astoro, Sp, mengatakan bahwa anggota TNI tersebut meninggal lantaran sakit di RSPAD. Namun demikian bukan disebabkan karena cacar monyet.

"Kami dari departemen penyakit dalam RSPAD, mengetahui secara pasti pasien ini adalah anggota TNI. Tapi bukan kena penyakit cacar monyet ya yang di medsos namanya bukan cacar monyet tapi monkeypox," ucap Anjar di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Senin (20/5).

VIDEO: Politisi Gerindra Permadi Dilaporkan ke Polda Atas Dua Kasus

Pasien tersebut diketahui bertugas di Lampung sebagai Babinsa. Setelah beberapa hari dirawat di daerahnya, ia dipindahkan ke RSPAD Gatot Soebroto untuk dilakukan perawatan intensif. Namun demikian, kesehatan semakin menurun sehingga timbul bercak di sekujur tubuh.

"Setelah kita evakuasi ke RSPAD sudah semakin berat dan waktu itu gejala yang menonjol adalah kekurangan darah, kemudian sesak napas, kemudian tidak mau makan beberapa hari. Tentunya di RSPAD diobati oleh dokter yang berhubungan dengan penyakitnya yaitu gangguan elektrolit. Tetapi kondisi yang bersangkutan meninggal, tidak indikasi ada cacar monyet. (Kalau) Cacar monyet itu sembuh dalam tiga minggu dan pasien ini sudah kami tangani. saya kira itu," katanya.

VIDEO: Kriss Hatta Minta Hilda Vitria Khan dan Mantan Mertuanya Berkata Jujur

Senada dengan Anjar, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa juga memastikan bahwa kabar yang beredar di media sosial itu adalah kabar bohong.

"Berarti tidak benar ada kasus meninggalnya anggota TNI yang disebabkan oleh monkeypox. Benar ada yang meniggal, tapi karena kode etik kedokteran, medical record almarhum tidak bisa kita buka," ungkap Andika. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved