Berita Video

VIDEO: Sandiaga Uno Minta Peserta Aksi 22 Mei Tidak Membalas Jika Dipukul

"Aksi ini non violence, dan kami mengimbau jika terprovokasi, terintimidasi jangan melawan. Jika terpukul atau dipukul, jangan membalas,

Jelang penetapan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang jatuh pada Rabu (21/5/2019) serta Aksi Damai 22 Mei mendatang, Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2, Sandiaga Salahudin Uno menekankan agar proses demokrasi berjalan aman dan damai. Sandi pun menekankan agar para pendukung dapat menjaga Aksi Damai 22 Mei tetap damai walaupun dalam kondisi tertekan.

Imbauan tersebut disampaikan Sandi kepada ratusan relawan M16 saat menggelar silaturahmi dengan para Relawan M16 di posko M16, Blok M Square, Jalan Melawai Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin (20/5/2019) malam.

Sandi menekankan Aksi Damai 22 Mei merupakan aksi menyuarakan pendapat yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, sehingga dirinya berharap aksi damai tetap berjalan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

"Imbauannya agar aksi damai betul-betul dalam koridor hukum taat konstitusi. Tidak boleh sama sekali ada toleransi terhadap tindak kekerasan, jangan sama sekali menggunakan tindak kekerasan," ungkap Sandi.

"Aksi ini non violence, dan kami mengimbau jika terprovokasi, terintimidasi jangan melawan. Jika terpukul atau dipukul, jangan membalas, ini adalah komitmen kita menjaga bahwa proses demokrasi kita harus demokrasi yang aman dan damai," tegasnya.

Oleh karena itu, dirinya kembali menegaskan kepada seluruh pihak agar menjaga situasi dna kondisi Aksi Damai 22 Mei dapat berjalan aman dan damai seperti yang dijamin oleh negara dan konstitusi.

"Dan aksi-aksi untuk mengungkapkan perasaan, mengungkapkan pendapat itu yang dijamin dan dilindungi oleh Undang-Undang Dasar bisa dilakukan dalam koridor aman damai dan tenteram," kata dia

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved