Tembakan Peringatan Empat Kali Tak Mempan Redam Tawuran Remaja di Dekat Kantor Kelurahan

“Awalnya mereka itu dari WhatsApp. Masih satu kampung, cuma beda gang, ejek-ejekan dari WhatsApp kemudian pecah,

Wartakotalive.com/Zaki Ari Setiawan
Suasana tawuran antar gang di Jalan Ki Hajar Dewantara, Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (19/5/2019). 

Tawuran antar remaja di sebuah gang dekat Kantor Kelurahan Ciputat di Jalan Ki Hajar Dewantara, Ciputat, Tangerang Selatan, pecah, Minggu (19/5/2019) sekitar pukul 22.30.

Meski ada sejumlah tokoh masyarakat dan juga polisi yang kebetulan sedang rapat di kantor kelurahan, dua kelompok massa yang terlibat perkelahian ini tidak takut. Mereka malah semakin beringas.

Tawuran sulit dibubarkan. Bahkan, tembakan ke udara yang dilepaskan aparat tidak membuat anak-anakl remaja ini ciut dan bubar.

“Hampir empat kali tembakan tapi mereka tetep berani. Tokoh-tokoh yang ada coba ngeredam, tapi tetap aja,” ucap Sekretaris Kelurahan Ciputat, Herlambang Permana, yang sempat menyaksikan keributan yang terjadi di depan kantornya itu, ditemui Warta Kota, Senin (20/5/2019) kepada Wartakotalive.com.

Dua kelompok ABG dari dua gang itu, kata Permana, juga menenteng berbagai jenis senjata tajam. Bahkan mereka juga merusak sejumlah barang seperti mobil dan kaca toko.

Anak-anak remaja ini juga membakar ban bekas dan merusak kaca warteg yang berada di sekitar lokasi.

Penjaga warung nasi yang terkena imbas tawuran, Sulis (41), menunjukkan bekas batu yang memecahkan kaca warungnya. Alhasil, warung nasi yang buka 24 jam ini sempat tutup sejak malam.

“Semalam kita jaga-jaga ditutup satu jam,” ucap Sulis.

Setelah tiga unit mobil polisi datang, massa kedua belah pihak langsung membubarkan diri.

Kemudian sejumlah polisi berjaga-jaga sampai pukul 04.00 untuk mengantisipasi gesekan susulan antara dua kelompok remaja dari dua gang di Ciputat itu.

Guna menyelesaikan perkara antar dua gang ini, pihak kelurahan akan mengadakan pertemuan kembali antara tokoh setempat, kepolisian, dan perwakilan dari gang tersebut.

Dipicu saling ejek

Tawuran yang diikuti oleh remaja dari Gang Muhtar dan Gang Kompas ini merupakan tawuran susulan setelah sempat mencuat di lokasi yang sama pada Jumat (17/5/2019) lalu.

“Semalam kita lagi kumpul sama tokoh-tokoh, polisi juga, bahas tentang tawuran ini. Tapi tiba-tiba kita denger suara petasan dan ada orang yang dari depan bilang kalau ada tawuran lagi,” kata Sekretaris Kelurahan Ciputat, Herlambang Permana, saat ditemui Senin (20/5).

Benar saja, ketika keluar Kantor Kelurahan, puluhan anak-anak remaja sudah siap bersitegang.

Bahkan menurut Permana, anak-anak remaja ini sudah menenteng berbagai senjata tajam.

Tokoh masyarakat yang sedang berkumpul mencoba meredam aksi anak- anak remaja yang sudah terlanjur saling ejek.

Permana menjelaskan, tawuran itu dipicu oleh saling ejek di media sosial.

“Awalnya mereka itu dari WhatsApp. Masih satu kampung, cuma beda gang, ejek-ejekan dari WhatsApp kemudian pecah,” ujarnya.

Tawuran antar gang di Ciputat ini diduga sudah menjadi dendam lama yang kerap pecah sewaktu-waktu. “Katanya begitu, karena saya baru lima bulan,” ucap Permana.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved