Polisi Tangkap Dua Peserta SOTR Bawa Celurit dan Arit

Polisi meningkatkan patroli usai rentetan kasus bentrokan antara peserta sahur on the road (SOTR) dengan geng motor.

Polisi Tangkap Dua Peserta SOTR Bawa Celurit dan Arit
Warta Kota/Feryanto Hadi
Kepala Polres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar (tengah) menunjukkan sebilah senjata tajam yang dipakai para pelaku perampokan di sejumlah warung kecil. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU--- Polisi meningkatkan patroli usai rentetan kasus bentrokan antara peserta sahur on the road (SOTR) dengan geng motor yang terjadi beberapa hari terakhir di sejumlah titik di Jakarta Selatan.

Bentrokan itu menyebabkan tiga remaja tewas.

Pada patroli yang dilakukan pada Senin (20/5/2019) dini hari, aparat gabungan Polrestro Jakarta Selatan dan Polsektro Setiabudi berhasil menghalau sejumlah kelompok SOTR untuk pulang ke rumah masing-masing untuk menghindari bentrokan.

Kapolsek Setiabudi AKBP Tumpak Simangungsong mengatakan, pihaknya terpaksa mengamankan dua peserta SOTR karena kedapatan membawa senjata tajam jenis clurit saat pihaknya melakukan pemeriksaan di depan Halte Transjakarta Pasar Rumput, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (20/5/2019).

"Ada dua remaja berusia 17 tahun berinisial M dan S yang membawa clurit serta arit saat konvoi SOTR. Kami amankan mereka ke Mapolsek," ujar AKBP Tumpak saat menggelar konferensi pers di Mapolsek Setiabudi.

Huawei Dilarang Amerika Serikat, China Siap Balas Tindakan Donald Trump

Kedua remaja ini, kata Kapolsek, sebelumnya berada dalam rombongan berjumlah sekitar 50 sepeda motor yang konvoi di Jalan Sultan Agung.
.
"Kami lakukan pemeriksaan guna lakukan pencegahan kami temukan dua orang kedapatan senjata tajam," ujarnya.

Dari pengakuan, remaja ini membawa senjata tajam untuk berjaga-jaga.

Namun, polisi tetap menindaknya lantaran tindakan itu berpotensi melukai orang lain.

AKBP Tumpak mengimbau agar remaja menghindari kegiatan SOTR apalagi sampai membawa senjata tajam dengan alasan apapun.

Kedua remaja itu dijerat Pasal 2 ayat 1 UU Darurat RI No. 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam dengan ancaman 10 tahun penjara.

Di kesempatan sama, polisi juga merilis penangkapan anggota geng motor pelaku pembacokan remaja di Jalan Prof Dr Satrio, Jakarta Selatan pada Sabtu dini hari.

Halaman
1234
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved