Bulan Suci Ramadan

Ketentuan Membayar Fidyah yang Benar Menurut Ustadz Adi Hidayat, Harus Dilakukan Pada Bulan Ramadan

Para ulama Hanafiyah, Syafiiyah dan Hanabilah sepakat bahwa membayar fidyah dalam puasa dikenai pada orang yang tidak mampu menunaikan qodho puasa.

Ketentuan Membayar Fidyah yang Benar Menurut Ustadz Adi Hidayat, Harus Dilakukan Pada Bulan Ramadan
web via Tribun Jabar
Ilustrasi membayar fidyah 

Dalam sebuah ceramah yang dikutip Wartakotalive.com dari Trans TV yang diposting di akun instagram Kajian Ustadz Adi Hidayat dijelaskan akan lebih baik fidiyah itu diberikan setiap harinya dari waktu Ramadan. Apa manfaatnya?

Kata ulama ada dua, pertama supaya terus melahirkan rasa  kenikmatan pada ibadah.

"Coba anda bayangkan kalau sesuatu kita berikan secara rapel maka keeskokan hari tak ada memberikan amal soleh."

"Tapi kalau sekarang kita berbagi dengan orang yang membutuhkan begitu orang itu diberi fidyah maka dia akan berkata Ya Allah, terima kasih bapak, ibu mudah-mudahan disembuhkan penyakitnya, mudah-mudahan dimasukkan ke surga, mudah-mudahan disehatkan keluarganya, maka rasa itu memberikan perasaan tersendiri pada jiwa," jelas Ustadz Adi Hidayat.

Usai Minta Maaf pada Ustadz Adi Hidayat, Andre Taulany pun Kembali Bisa Tertawa. Simak Dialognya

"Besoknya memberikan lagi pada orang yang berbeda, dia akan mendoakan lagi. Jadi dengan memberikan secara bertahap akan melahirkan amal soleh yang baru dengan kekuatan jiwa," imbuhnya.

Jad memang sebaiknya pemberian fidyah dilakukan bertahap. 

"Karena kata ulama berlakunya fidyah itu sesuai dengan kadar puasa yang belum tentu orang itu menunaikannya sebulan. Misalkan pada hari ke-12 seusai azan dia wafat  lalu hari ke-13 dia wafat maka supaya tidak membebani keluarga yang di rumahnya maka cukup berikan sesuai kadar kebutuhan pengganti puasanya, " kata Ustadz Adi Hidayat.   

Jenis dan Kadar Fidyah

Ulama Malikiyah dan Syafiiyah berpendapat bahwa kadar fidyah adalah 1 mud bagi setiap hari tidak berpuasa.

Ini juga yang dipilih oleh Thowus, Said bin Jubair, Ats Tsauri dan Al Auza’i. Sedangkan ulama Hanafiyah berpendapat bahwa kadar fidyah yang wajib adalah dengan 1 sho’ kurma, atau 1 sho’ sya’ir (gandum) atau ½ sho’ hinthoh (biji gandum).

Halaman
1234
Penulis: Dian Anditya Mutiara
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved