Breaking News:

Pemilu 2019

Caleg Belanja Suara di Kecamatan Berani Bayar Hingga 10 Juta Buat Petugas PPK

Edward menyampaikan keberatannya karena suara miliknya hilang sebanyak 300 suara di Kecamatan Medan Helvetia

Grafis Wartakotalive/galih
Caleg yang lolos DPR di Pemilu 2019 

"Persaingan antarcaleg dalam satu partai, kemudian mengambil suara yang bersangkutan, suara partai dicocokkan. Yang seperti itu," kata dia di Kantor KPU, Jakarta, pekan lalu.

Sejak Sakit Kanker, Ustaz Arifin Ilham Dikabarkan 4 Kali Hoaks Meninggal Hingga Tulis Wasiat Ini

Berawal dari hal itu, Tribun Network mencari tahu adanya potensi kecurangan tersebut, serta mengonfirmasi kepada beberapa pihak terkait.

Seorang calon legislatif yang bertarung di DPRD DKI Jakarta, Adi, mengungkapkan bahwa adanya praktik pemindahan suara caleg ke partai dan satu caleg ke caleg lainnya, sudah menjadi rahasia umum di kalangan caleg.

Caleg menyebutnya dengan istilah belanja suara.

Hal ini hanya terjadi di pemilihan legislatif berbagai tingkatan. Namun tidak ada pembelian suara di pemilihan presiden.

Kepada Tribun Network, Adi mengatakan, partai sudah memiliki jagoan untuk masuk ke dewan.

"Partai sudah menyiapkan orang-orang tertentu. Jadi, kalau suara kurang akan ditambah di situ. Bisa main di internal, bisa main di eksternal. Paling mudah, ya di internal," jelasnya di suatu kafe di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Maksimal 10 suara

Bagaimana caranya? Adi menjabarkan, awalnya akan ada pertemuan di balik layar antara petugas penghitungan di kecamatan, saksi yang juga tim sukses, serta pengawas penghitungan.

"Biasanya ada operator komputer penghitungan suara juga main, tapi ini bisa dikondisikan karena dia tidak pegang form C1, hanya dengar suara petugas yang membaca," tutur Adi.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved