Pemerasan

VIDEO: Ancam Sebar Foto Bersama Selingkuhan, DJ Peras Korbannya hingga Rp 80 Juta

Karena takut akan ancaman pelaku kata Ade, korban mengikuti kemauan pelaku dengan mentransfer sejumlah uang.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Andy Pribadi

SEMANGGI, WARTAKOTALIVE.COM -- Karena telah memeras korbannya hingga Rp 80 Juta dengan mengancam menyebarkan foto korban bersama seorang perempuan selingkuhan, GA (21) dibekuk aparat Polda Metro Jaya di tempat tinggalnya di Apartement Mediterania Tower A Unit 1019 di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

GA diketahui berprofesi sebagai Disc Jockey (DJ). Ia mengancam dan memeras korbannya HK, seorang pria beristri, melalui pesan aplikasi smartphone dengan mengaku sebagai perempuan.

GA bisa memeras korban karena perempuan yang menjadi selingkuhan korban, adalah rekannya.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam mengatakan GA yang berprofesi sebagai DJ di salah satu tempat hiburan di Jakarta ini, bisa memeras korban dengan mengaku sebagai perempuan yang merupakan teman dari selingkuhan korban.

Krisdayanti Buka Rahasia Bisa Lolos ke Senayan, Tidak akan Tinggalkan Panggung Hiburan

Ini Kelakuan Hotman Paris yang Berani, Bongkar Masa Lalu Syahrini dan Maruli Tampubolon

Tina Toon: Penyanyi Cilik yang akan Duduki Kursi DPRD DKI Jakarta

Polisi Bekuk 4 Pengeroyok Remaja hingga Tewas di Jalan Dr Satrio

Ini Respon Wali Kota Bekasi soal Rekomendasi Integrasi KS NIK dengan BPJS Kesehatan

"GA ini adalah lelaki yang berprofesi sebagai DJ. Ia mengirim pesan lewat WA ke korban HK, dengan mengaku sebagai perempuan, teman dari selingkuhan korban. Dari sana ia memeras korban dengan mengancam akan menyebarkan foto korban dengan selingkuhannya itu, karena tahu korban sudah beristri," kata Ade, Minggu (19/5/2019).

Menurut Ade, GA tahu korban yang sudah beristri selingkuh dengan seorang perempuan karena perempuan itu memang benar rekan GA.

"Jadi perempuan selingkuhan korban ini, memang teman tersangka. Sehingga ia tahu semua hal terkait hubungan HK dengan selingkuhannya. Dari sana ia mengaku sebagai perempuan dan memeras korban," tamba Ade.

Ade menjelaskan pihaknya menerima laporan korban HK yang mengaku sudah diperas oleh GA hingga Rp 80 Juta pada 1 April 2019.

"Pelaku atau tersangka GA mengaku mempunyai beberapa foto korban bersama perempuan selingkuhannya itu dan mengancam akan menyebarkannya kepada beberapa orang, termasuk ke keluarga dan istri korban. Jika korban tidak ingin fotonya disebarkan, korban diminta harus mentransfer sejumlah uang ke rekening pelaku," kata Ade.

Marak Terminal Bayangan, Sejumlah PO Bus di Terminal Terpadu Pulo Gebang Gulung Tikar

Karena takut akan ancaman pelaku kata Ade, korban mengikuti kemauan pelaku dengan mentransfer sejumlah uang.

"Korban telah berkali-kali mentransfer uang ke rekening pelaku, hingga totalnya Rp 80 juta," kata Ade.

Ade menjelaskan awalnya korban dihubungi oleh pelaku atau tersangka GA, melalui aplikasi Whatsapp dan Telegram.

Tiga Klub Liga Inggris Kecipratan Kebahagiaan Manchester City

"Kepada korban, pelaku mengaku seorang perempuan bernama Siska. Padahal sebenarnya pelaku adalah seorang lelaki" kata Ade.

Melalui aplikasi WhatsApp itu, pelaku memberitahukan ke korban bahwa ia memiliki foto korban bersama seorang perempuan selingkuhannya bernama Alexsa.

"Kemudian tersangka mengancam akan menyebarkan foto tersebut kepada beberapa orang, termasuk keluarga korban. Namun jika korban mau memberikan uang sesuai permintaan tersangka, maka foto tidak akan disebarkan," kata Ade.

VIRAL di Media Sosial! Rumah Super Megah Tak Berpenghuni Ini Dijual Murah

Karena hal itulah tambah Ade korban sudah berkali-kali memberikan uang sesuai yang diminta tersangka dengan cara ditransfer ke rekening yang disebutkan tersangka.

"Dan sampai saat ini uang korban yang sudah ditransfer atau diperas ke tersangka totalnya mencapai Rp 80 Juta," kata Ade.

Bahkan tambah, Ade, sekalipun jumlah uang yang diterima tersangka sudah mencapai Rp 80 juta, tersangka masih terus memeras korban dan melakukan pengancaman.

Menhub: Pengganti GT Cikarang Utama Siap Dioperasikan 23 Mei 2019

"Padahal foto yang diakui dimiliki tersangka sebenarnyabsama sekali tidak ada. Itu hanya cara tersangka saja mengancam korban untuk memerasnya," kata Ade.

Karena tak mau terus menerus dijadikan sapi perah, HK akhirnya melaporkan apa yang menimpanya ke Polda Metro Jaya, April 2019.

"Dari laporan itu kami kemudian melakukan penyelidikan. Dengan mengumpulkan semua informasi dan alat bukti, untuk mengungkap kasus ini dan membekuk pelaku" kata Ade.

Mudah Disusupi Malware, Pendiri Telegram Sindir WhatsApp

Dari hasil penyelidikan kata Ade, diketahui bahwa pelaku bukan seorang perempuan seperti pengakuannya pada korban lewat aplikasi pesan Whatsapp.

"Penyidik juga berhasil mengetahui tempat tinggal dan keberadaan pelaku," kata Ade.

Dari sana katanya penyidik akhirnya membekuk pelaku saat berada di tempat tinggalnya di Apartemen Mediterania Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

Bagaimana Prospek IHSG Besok? Simak Penjelasan Analisis dan Rekomendasi Saham

Dari tangan pelaku tambah Ade, disita barang bukti yakni satu unit Handphone Iphone 6, satu unit Handphone Oppo A37 warna Gold, satu buah buku rekening BCA atas nama pelaku GA dan satu lembar kartu ATM BCA jenis gold.

Atas perbuatannya kata Ade, tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 369 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun.(bum)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved