Cacar Monyet

Dianggap Meresahkan, Penyebar Hoaks Anggota TNI Meninggal Dunia karena Cacar Monyet Dipolisikan

Ia pun menyatakan bahwa pihak RSPAD Gatot Soebroto juga berencana untuk melaporkan penyebar isu hoaks tersebut ke pihak kepolisian.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Wito Karyono
istimewa/radarlampung
Foto personel Kodim 0410/KBL yang diisukan terkena cacar monyet 

Kementerian Kesehatan melalui Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Anung Sugihantono, baru saja mengonfirmasi kabar terkait minggalnya seorang anggota TNI di RSPAD Gatot Soebroto lantaran penyakit cacar monyet.

Anung menegaskan bahwa isu yang beredar pada Sabtu (18/5) lalu merupakan berita hoaks yang meresahkan masyarakat.

"Hoaks! Jangan lagi disebarkan," ungkap Anung saat dikonfirmasi, Minggu (19/5).

Masyarakat Diminta Jaga Kebersihan Karena Inang Utama Dari Virus Cacar Monyet Adalah Tikus Gambia

Pakar UGM Ungkap Sejumlah Fakta Tentang Cacar Monyet, Jangan Sampai Kontak Fisik dengan Penderita

Antisipasi Penyebaran Virus Cacar Monyet, Penumpang dan Crew di Bandara Soetta Wajib Cek Suhu Badan

Ia pun menyatakan bahwa pihak RSPAD Gatot Soebroto juga berencana untuk melaporkan penyebar isu hoaks tersebut ke pihak kepolisian.

"RSPAD sedang melacak dan mempertimbangkan laporkan ke polisi," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto juga mengatakan bahwa kabar tersebut merupakan berita bohong alias hoaks.

"Hoaks mas," singkat Terawan saat dikonfirmasi.

Barcelona Vs Eibar di Laga Terakhir Liga Spanyol Malam Ini, Lionel Messi Tetap Dimainkan

Sebagai informasi, cacar monyet atau monkeypox merupakan viral zoonoses yang menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya (yang disebut terakhir kasus sangat jarang terjadi).

Penyakit ini pertama kali teridentifikasi pada tahun 1958 di Republik Demokratik Kongo.

komplikasi cacar monyet
komplikasi cacar monyet (istimewa)

Namun, penyebaran kasus secara sporadik pada manusia baru terjadi tahun 1970 di beberapa negara Afrika, seperti Republik Demokratik Kongo, Kongo, Kamerun, Afrika Tengah, Nigeria, Pantai Gading, Liberia, Sierra Leon, Gabon, dan Sudan.

Hingga sekarang, penyakit ini masih terus terjadi di berbagai belahan dunia. Kasus terbaru terjadi di Singapura pada 8 Mei 2019 lalu.

Bukan Minum 8 Gelas Air Sehari, Ternyata Segini Jumlah Gelas Air Diminum Agar Cairan Tubuh Tercukupi

Kabar Hoaks anggota TNI terkait  seorang personel dari Kodim 0410/KBL yang bertugas menjadi Babinsa di Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Telukbetung Selatan, bernama Serda Supran Sida.

Melalui jaringan medsos, antara lain grup WA, dikabarkan ia meninggal dunia karena terkena cacar monyet.

Yang bersangkutan memang meninggal dunia dan sudah dimakamkan di kampung halamannya yang terletak di Krui, Pesisir Barat, Sabtu (18/5) kemarin. Namun bukan karena cacar monyet.

Sosialisasi penyakit cacar monyet (monkeypox) di Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading, Kamis (16/5/2019).
Sosialisasi penyakit cacar monyet (monkeypox) di Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading

Penerangan Korem 043/Gatam dalam rilisnya seperti dikutip radarlampung.co.id, Minggu (19/5) petang menyatakan bahwa almarhum meninggal dunia dengan diagnosis sakit Anemia akibat Epistaksus dan riwayat TBC. H

“Almarhum memang sebelumnya telah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUADM) karena epistaksis (hidung berdarah) selama satu minggu dengan penanganan transfusi darah. Selanjutnya baru dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, pada Kamis (16/5) lalu,” ujar Kepala Penerangan Korem 043/Gatam (Kapenrem) Mayor Czi I Made Arimbawa.

Bantahan Kapendam II/Swj

Kapendam Kapendam II/Swj Kolonel Inf Djohan Darmawan mengatakan, pesan di whatsapp Serda Supran Sidah meninggal pada Sabtu (18/5/2019) karena terkena cacar monyet atau mongkey pox adalah tidak benar.

 "Berita itu tidak benar, karena belum ada informasi resmi (cacar monyet), laporan medis juga belum ada, yang tahu di pihak rumah sakit,"

"Tapi memang dia sakit dan dirawat pada Jumat malam di Jakarta, Sabtu pagi meninggal", kata Kapendam II/Swj Kolonel Inf Djohan Darmawan melalui rilis yang diterima tribunsumsel.com, Minggu (19/5/2019).

"Almarhum mengalami kulit hipersensitif, terus kena virus protozoa dan TBC. Jadi bukan karena cacar monyet," tegas Kapendam

Real Madrid Petik Hasil Pahit di Penutup Kompetisi, Zidane Ternyata Tak Lebih Baik dari Solari

"Hingga saat ini belum ada kasus tersebut terjadi di Indonesia dan itu baru terjadi di Singapura," jelasnya

Sementara itu, terkait foto Serda yang meninggal, Kapendam tegaskan seluruhnya tidak benar

"Sekali lagi saya sampaikan, untuk foto-foto tentang penyakit Almarhum Serda Supran yang beredar di medsos, semuanya tidak benar", kata Kolonel Djohan.

Saat ini, almarhum sudah dimakamkan di kampung halamannya di Krui Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

Upacara Pemakaman

Upacara pemakaman secara militer Minggu 10.15 Wib 19 Mei 2019 di Pekon Pahmungan kecamatan Pesisir tengah, Kabupaten Pesisir Barat Prov Lampung.

Dengan irup Dandim 0410/KBL Letkol ARM Wahyu Jatmiko sebagai penghormatan terakhir kepada Alm Serda Supransida.

Babinsa Koramil 410-02/TBS Kodim 0410/KBL. Alm berpulang dengan tenang dikarenakan sakit Anemia akibat Epistaksis dan riwayat TBC Alm meninggal di RSPAD Gatot Subroto Jakarta pada Sabtu 18 Mei 2019 pkl 10.00 WIB.

Antisipasi Masuknya Virus Cacar Monyet, Pengawasan di Pintu Keluar Masuk Batam Diperketat

Alm sebelumnya sempat dirawat di RSUD Abdul Muloek karena Epistaksis selama 1 Minggu dengan penanganan transfusi darah selanjutnya dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta pada Hari Kamis tanggal 16 Mei 2019.

Kondisi Alm terus drop HB =5 dan dinyatakan meninggal dunia pada Hari Sabtu tgl 18 Mei 2019 pkl 10.00 Wib. Dengan diagnosa Anemia Gravis ec epistaksis ditambah suspect TBC dan Toxoplasmosis.

Jenazah selanjutnya diberangkatkan dari Jakarta ke Lampung Via Darat, selanjutnya dimakamkan di Kec. Krui,Kab. Pesisir Barat.

Kelainan kulit yang dialami Alm diakibatkan reaksi obat disertai kondisi fisik menurun yang sudah diderita sejak lama dan bukan disebabkan oleh penyakit Cacar Monyet diperjelas oleh Dandenkes Lampung

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved