Pilpres 2019

BPN Diminta Buktikan Kecurangan Pemilu, Jika Tidak Ada Bukti? Din Syamsuddin: Tuduhan Itu Fitnah

Pihak BPN Prabowo-Sandi diminta buktikan kecurangan Pemilu 2019. Jika tidak, tuduhan kecurangan Pemilu 2019 dinilai fitnah.

BPN Diminta Buktikan Kecurangan Pemilu, Jika Tidak Ada Bukti? Din Syamsuddin: Tuduhan Itu Fitnah
Tribun Bogor
Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin 

PIHAK BPN Prabowo-Sandi diminta buktikan kecurangan Pemilu 2019.

Tetapi, jika BPN Prabowo-Sandi tak bisa tunjukkan kecurangan Pemilu 2019, maka BPN Prabowo-Sandi disebut fitnah.

Hal itu dikatakan oleh seorang Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin.

menilai perlunya pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk membuktikan adanya kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu 2019.

Lionel Messi Cetak Dua Gol untuk Barcelona Tapi Gagal Raih Kemenangan di Kandang Eibar

FOTO : Direktur BCA dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Kunjungi Gerai Penukaran Uang

Ini Dia Ramalan Zodiak Senin 20 Mei 2019 Leo Serius, Virgo Butuh Sendiri, Cancer Lagi Sembrono

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, hal tersebut perlu dilakukan agar tuduhan yang disampaikan BPN itu memiliki bukti, bukan hanya menjadi fitnah saja.

Tak hanya itu, jika kecurangan dari kubu 01 itu terbukti benar, maka persoalan harus segera diluruskan agar tak menjadikan Pemilu 2019 ini menjadi cacat konstitusi.

"Maka tuduhan-tuduhan itu verifikasi saja. Kalau nanti tidak benar tuduhan oleh Paslon 02, BPN, itu fitnah. Itu fitnah. Dan kalau dia yang memimpin, itu fitnah akan berkepanjangan dalam tubuh bangsa ini," kata Din Syamsuddindalam acara Kajian Ramadhan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWMU) Jawa Timur di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Minggu (19/5/2019).

"Tapi kalau tuduhan-tuduhan itu benar, benar adanya dapat dibuktikan. Harus diluruskan. Dan kalau ini yang tampil, di atas kecurangan-kecurangan itu namanya musibah. Dan bangsa ini akan mengalami musibah yang berkepanjangan pula. Maka harus ditarik ke titik kebenaran," jelasnya.

Din Syamsuddin lantas meminta kepada seluruh pihak agar tidak perlu timbul keributan terkait Pemilu 2019.

Polisi Hentikan Bus Pengangkut Massa Aksi 22 Mei ke Jakarta

Honda Brio Satya Berkontribusi Hingga 31 Persen Penjualan

Bos Toko HP Kena Tipu, Bukan Uang Rp 138 Juta yang Diterima Tapi Cuma Segepok Potongan Kertas Koran

Halaman
1234
Editor: Panji Baskhara
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved