Mutiara Ramadan

Agama Diibaratkan Pakaian untuk Menutup Aurat, Menjaga Tingkah Laku Supaya Ingat Gusti Allah

Saya merasa beruntung terlahir dan tumbuh besar di kampung, berdekatan dengan dua masjid yang selalu ramai oleh jamaah dan anak-anak

Agama Diibaratkan Pakaian untuk Menutup Aurat, Menjaga Tingkah Laku Supaya Ingat Gusti Allah
Tribunnews.com
Komaruddin Hidayat 

Oleh Prof Dr Komaruddin Hidayat Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah

Agama dalam ungkapan Jawa bagaikan ageman atau pakaian.

Fungsi utama orang berpakaian untuk menutup aurat, untuk menjaga kesehatan, dan agar pantas dan nyaman ketika bergaul dengan sesama.

Saya merasa beruntung terlahir dan tumbuh besar di kampung, berdekatan dengan dua masjid yang selalu ramai oleh jamaah dan anak-anak.

Pensiun Jadi Paranormal dan Dalami Ilmu Agama, Tubuh Ki Joko Bodo Bergetar Saat Sujud di Tanah Suci

Suasana kauman ini berpengaruh bagi lingkungan sosial dan penduduk yang tinggal di seputar masjid.

Orang merasa enteng datang ke masjid untuk ngobrol-ngobrol, terutama di sore hari menjelang magrib. Atau siang hari untuk mandi sehabis dari kerja di sawah lalu sekalian salat zuhur.

Jalin Toleransi, Polisi, TNI, dan Tokoh Lintas Agama Bagikan Takjil di Cisauk di Bulan Ramadan

Roh dan ajaran agama menyatu dengan aktivitas sosial masyarakat.

Ekspresi keberagamaan yang paling mudah dilihat bagi anak-anak adalah aktivitas ritual seperti salat, mengaji, dan puasa.

Tapi setelah dewasa, saya baru menyadari agama dan budaya itu berbeda namun saling mendukung bagaikan hubungan roh dan tubuh.

Lewat budaya dan tradisi lokal, ajaran agama diekspresikan sehingga muncul apa yang disebut local genius atau local wisdom.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved