Pilpres 2019

Ancaman Bom Tanggal 22 Mei Bukan Isapan Jempol. Mengapa Teroris Tunggangi Pemilu? Ini Kata Pengamat

Aksi teror mereka pada momentum Pemilu selain sebagai bentuk perlawanan terhadap negara, juga karena pertimbangan strategis memanfaatkan kerawanan

Ancaman Bom Tanggal 22 Mei Bukan Isapan Jempol. Mengapa Teroris Tunggangi Pemilu? Ini Kata Pengamat
ISTIMEWA
Sejumlah anggota Densus 88 Anti Teror melakukan penggerebekan terhadap dua terduga teroris di Kampung Pangkalan RT 11/04, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (4/5/2019). 

Afganistan dan Asia Tenggara diperkirakan menjadi tempat alternatif selain Suriah untuk perekrutan dan sasaran aksi.

"Hal inilah yang menjadi dasar analisis bahwa saat ini ancaman terorisme di Indonesia masih cukup kuat," paparnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, rangkaian penangkapan tersebut menimbulkan kekhawatiran dan pertanyaan.

Salah satu bukti kekhawatiran yang muncul adalah peringatan keamanan yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat terhadap warganya terkait dengan pengumuman hasil resmi Pemilu Indonesia dengan risiko adanya terorisme.

Mengapa Teroris Tunggangi Pilpres

Kemudian pertanyaan yang muncul adalah mengapa teroris akan melakukan aksi pada kegiatan Pemilu

Memang kata dia, teroris tidak mempunyai hubungan langsung dengan kelompok politik di Indonesia.

Namun teroris mempunyai kepentingan untuk menentang demokrasi.

Aksi teror mereka pada momentum Pemilu selain sebagai bentuk perlawanan terhadap negara, juga karena pertimbangan strategis memanfaatkan kerawanan yang ada.

TIM Gegana melakukan pemeriksaan tas misterius yang ditemukan di UIN Jakarta, Ciputat Timur, Kamis (20/9/2018) siang.

TIM Gegana melakukan pemeriksaan tas misterius yang ditemukan

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved