Pilpres 2019

Wiranto Perintahkan Kapolda Cegah Massa ke Jakarta pada 22 Mei, Fahri: Pendekatan Kekuasaan, Salah!

Fahri Hamzah Kritik Keras Perintah Wiranto ke Pangdam & Kapolda Agar Cegah Massa ke Jakarta pada 22 Mei

Wiranto Perintahkan Kapolda Cegah Massa ke Jakarta pada 22 Mei, Fahri: Pendekatan Kekuasaan, Salah!
tribunnews
Fahri Hamzah dan Wiranto 

Dua berita itu pun kemudian ditanggapi oleh Fahri Hamzah lewat cuitan di akun twitternya @fahrihamzah. 

'Kalau sebelum 1998 perintah begini masih bisa berlaku...sekarang UUD, UU dan seluruh perangkat hukum telah di-disain untuk melindungi kebebasan rakyat untuk bergerak...sayang sekali @PolhukamRI gak lagi baca aturan...semua yg dikatakan adalah pendekatan kekuasaan...salah!," tulis @fahrihamzah sambil menautkan berita berjudul 'Wiranto Kepada Pangdam Dan Kapolda: Jangan Biarkan Massa Bergerak Menuju Jakarta!' yang ditulis RMOL.id

Berita Tempo.co.id yang berjudul 'Wiranto Perintahkan TNI - Polisi Cegah Massa ke Jakarta 22 Mei' juga tak luput dikritik oleh @fahrihamzah.

"Mana ada hak perintah di kementerian @PolhukamRI ?? Saudara pakai aturan apa? Ini dapat dikategorikan makar karena menggunakan aparat bersenjata untuk merampas kebebasan rakyat...sayang sekali orang2 ini gak baca UU dan konstitusi...mentok lalu pakai kekuasaan belaka!," tulis Fahri Hamzah terkait berita tadi. 

 Begini Hubungan Darah Mahfud MD Dengan Pencipta Robot Pemantau Real Count KPU di Kubu Prabowo

 Direktur Charta Politika Ungkap 3 Kejanggalan Dalam Klaim Kemenangan Prabowo 54 Persen

 Fakta Terbaru Kasus Mutilasi di Pasar,Hasil Autopsi Buktikan Bukan Sugeng Pembunuhnya

 Sudah Pasti Ini 3 Lokasi Ibu Kota Baru Indonesia, Tahun 2020 Master Plan Sudah Selesai

 Tersandung Kasus Hina Nabi & Ulama, Ini Kesibukan Andre Taulany Usai Menghilang dari Televisi

Tak sampai disitu, kutipan langsung Wiranto dalam berita di Tempo.co.id juga ikut dikritik, dan disindir oleh Fahri Hamzah. 

Dalam berita berjudul 'Wiranto Perintahkan TNI - Polisi Cegah Massa ke Jakarta 22 Mei' ada sebuah kutipan wiranto seperti di bawah ini : 

Wiranto menyebut, dirinya juga memerintahkan polisi dan tentara menyimpan senapan pada 22 Mei mendatang. "Kalau 1998 dulu enggak, senapan dipakai, pakai peluru hampa. Lawannya pakai peluru tajam bunuhin orang. Sekarang enggak, senapan simpen aja. Pakai pentungan aja. Itu pun kalau perlu aja dipakai," ujar Wiranto.

Kutipan itulah yang kemudian dikritik dan dikomentari keras oleh Fahri Hamzah. 

@fahrihamzah menulis 'Jadi, demokrasi itu bukan Perubahan dari peluru tajam, ke peluru hampa dan pentungan...tapi perubahan pikiran bahwa keselamatan rakyat dan kebebasannya harus menjadi tujuan utama penyelenggaraan negara sebagaimana dalam pembukaan UUD 1945...'

 Begini Hubungan Darah Mahfud MD Dengan Pencipta Robot Pemantau Real Count KPU di Kubu Prabowo

 Direktur Charta Politika Ungkap 3 Kejanggalan Dalam Klaim Kemenangan Prabowo 54 Persen

 Fakta Terbaru Kasus Mutilasi di Pasar,Hasil Autopsi Buktikan Bukan Sugeng Pembunuhnya

 Sudah Pasti Ini 3 Lokasi Ibu Kota Baru Indonesia, Tahun 2020 Master Plan Sudah Selesai

 Tersandung Kasus Hina Nabi & Ulama, Ini Kesibukan Andre Taulany Usai Menghilang dari Televisi

Yakin Prabowo Menang Mutlak

Halaman
1234
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved