Kerusuhan Lapas Langkat

Cerita Lucu dari Kerusahan Lapas Langkat: Napi Jajan Sate, Pedagang Masuk Lapas, Hingga Minta Difoto

Cerita Lucu dari Kerusahan Lapas Langkat: Napi Jajan Sate, Pedagang Masuk Lapas, Hingga Minta Difoto

Cerita Lucu dari Kerusahan Lapas Langkat: Napi Jajan Sate, Pedagang Masuk Lapas, Hingga Minta Difoto
Tribun Medan
Cerita-Cerita Lucu dari Kerusahan Lapas Langkat, Napi Kejar Sipir, Selfi, Hingga Jajan Sate Lalu Lalu Pedagang Sate Masuk Lapas. Suasana saat terjadi kerusuhan di Lapas Narkotika Langkat, Sumatera Utara, Kamis (17/5/2019). 

Tidak hanya menjadi saksi dan mendengar cerita warga yang kendaraannya sempat dilarikan, Iwan juga mengaku telah menjadi korban dalam kerusuhan ini.

Ia mengaku pakaian di jemurannya dilarikan napi.

"Ada tiga kaos oblong dan dua jins yang dilarikan,” ungkap Iwan.

Warga lain juga menceritakan, suara tembakan sempat terdengar dari Lapas.

Para napi yang tak ingin melarikan diri bertahan di luar Lapas.

Bagian depan penjara itu dirusak, dengan melempari gedung utama, menjebol tembok, dan bahkan kendaraan dibakar.

Sebanyak sebelas unit sepeda motor dibakar dan tiga unit mobil jenis minibus juga ludes dilalap api.

Para napi sempat melawan aparat kepolisian yang mencoba mengendalikan situasi.

"Mereka baru tenang setelah 100 prajurit Yonif-8 Marinir tiba di lokasi," jelas Iwan.

Pasca kejadian mencekam tersebut, 50 personel Kodim 0203 Langkat beserta 100 personel Raider 100 tiba dan membantu mengendalikan napi.

Menjelang magrib para napi akhirnya mau dibujuk untuk kembali ke dalam Lapas.

Mereka (para napi) dikumpulkan dan diminta untuk menyampaikan tuntutannya kepada pejabat Kemenkum HAM Sumut yang sudah berada di lokasi.

Kelebihan Warga Binaan

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara Dewa Gede menyatakan bahwa Lapas Klas III Langkat dihuni oleh 1.635 narapidana.

"Kapasitasnya 915, jumlah warga binaanya 1.635 orang,"ujarnya pada Jumat (17/5/2019).

Sementara, lanjut Dewa, saat terjadi kerusuhan di dalam lapas yang diduga dipicu oleh penganiayaan narapidana, petugas yang berjaga hanya berjumlah sebelas orang.

"Petugas yang berjaga hanya sebelas orang. Mereka mengamuk setelah petugas menemukan narkoba dari salah seorang warga binaan. Kita mau memberantas narkoba, mereka tetap mau mengedarkan," katanya.

Lebih lanjut dijelaskan Dewa, sedangkan untuk situasi terkini dari Lapas, dirinya telah mengerahkan petugas.

Tidak hanya itu, ia juga mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolda Sumatera Utara untuk mengamankan para napi yang melarikan diri.

"Saya tadi sudah hubungi pak Kapolda Sumatera Utara untuk melakukan pengamanan dan menangkap kembali para narapidana yang kabur," ujar Dewa Gede.

Tidak hanya itu, lanjut orang nomor satu di Kementerian Hukum dan HAM di Sumut ini, dirinya juga telah mengeluarkan surat edaran untuk seluruh Lembaga Pemasyarakatan di Sumatera Utara agar tidak melakukan hal-hal yang memicu kerusuhan.

"Saya tadi sudah kirim surat edaran untuk semua lapas agar jangan melakukan tindakan kekerasan dan tetap berkoordinasi dengan kepolisian dan BNN jika ada narkoba," katanya.

176 Kabur, 104 Ditangkap

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Sumut, Muhammad Jahari Sitepu mengatakan, setelah melakukan pendataan, diketahui ada 176 orang narapidana yang melarikan diri dari Lapas Narkotika Langkat, Kamis (17/5/2019).

"Tadi malam kami apel dengan warga binaan satu per satu di data, dan kondusif. Semalam total napi 1.634 orang, dan hasil apel ada 1.458 orang sudah di dalam, yang melarikan diri 176 orang," jelasnya.

Dari 176 orang yang kabur, 104 di antaranya sudah ditangkap dan dibawa kembali dari sejumlah lokasi oleh aparat hukum. 104 orang napi yang berhasil diamankan sementara dititpkan di lapas dan rutan lainnya yang berdekatan dengan lokasi kejadian.

"Alhamdulillah, dari 176 yang kabur, anak-anak kita sudah 104 orang yang berhasil diamankan kembali. Jadi sampai pagi ini ada 72 lagi yang masih di luar," tegasnya.

"Dari 104 itu, 60 orang ada di Rutan Tanjungpura, 43 orang di Lapas Binjai, 1 orang di Lapas Klas I Medan. Dari 104 yang diamankan kembali sudah termasuk hasil tangkap polisi dan TNI dan ada yang menyerahkan diri," ungkapnya.

Dijelaskannya, kerusakan hanya terjadi di gedung yang difungsikan ruangan kantor administrasi dan IT. Sedangkan bagian dalam lapas tempat napi tidak dirusak.

"Yang rusak hanya ruang kantor administrasi dan ruang IT, surat menyurat, surat vonis-vonis, semua habis terbakar dan habis kaca-kacanya dipecahi oleh napi. Ada juga tiga mobil, 13 sepeda motor kurang lebih," ucapnya.

Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved