Peternak Lolos ke Senayan, Ada Dua Opsi Agar Pemerintah Dukung Peternak Rakyat

Peternak Lolos ke Senayan, Ada Dua Opsi Agar Pemerintah Dukung Peternak Rakyat

Peternak Lolos ke Senayan, Ada Dua Opsi Agar Pemerintah Dukung Peternak Rakyat
Dokumen Pribadi via Kontan.co.id
Singgih Januratmoko, Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia. 

Singgih mengatakan dukungan parlemen untuk memperjuangkan nasib para peternak amatlah penting.

Perseteruan Amerika Serikat-China, Presiden China Sentil Amerika Serikat

Sebab dukungan para peternak sendiri sudah cukup kuat.

Tapi peternak rakyat tidak mendapat dukungan penuh dari DPR sehingga pemerintah tidak serius membantu peternak rakyat.

Untuk itu, ia akan menggalang dukungan dari DPR agar pemerintah mendukung peternak rakyat.

Ia mengatakan, ada dua opsi yang dibawa ke pemerintah.

Pertama adalah melarang industri pakan ternak atau integrator melakukan budidaya broiler dan layer lagi.

Kedua, integrator di izinkan melakukan budidaya broiler dan layer tapi dilarang menjual ke pasar tradisional.

"Saya kira usulan kedua ini lebih realistis. Jadi serahkan pasar becek itu ke peternak, integrator masuk ke supermarket dan ekspor saja," katanya.

Untuk mengolkan cita-cita ini, ia mengatakan pihaknya tidak akan mengubah UU Peternakan.

Namun ia mengusulkan dengan adanya Peraturan Presiden (Perpres).

Ia merasa terbitnya Perpres yang melarang integrator masuk ke pasar becek akan lebih efektif membuka pasar bagi peternak sehingga peternak rakyat tidak lagi harus bersaing dengan integrator.

Singgih optimistis perjuangan tersebut dapat direalisasikan dalam dua tahun pertama ia duduk di Senayan.

Apalagi saat ini, Partai Golkar merupakan partai pendukung pemerintah.

Apakah Singgih akan berhasil membawa cita-cita para peternak unggas?

Mudik Lebaran, Meluncurkan Portal Mudik Bekerja Sama dengan Google: Ada 3 Fitur Utama

Berita ini sudah diunggah di Kontan.co.id dengan judul Singgih Januratmoko, peternak rakyat yang berhasil melenggang ke Senayan

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved