Peternak Lolos ke Senayan, Ada Dua Opsi Agar Pemerintah Dukung Peternak Rakyat

Peternak Lolos ke Senayan, Ada Dua Opsi Agar Pemerintah Dukung Peternak Rakyat

Peternak Lolos ke Senayan, Ada Dua Opsi Agar Pemerintah Dukung Peternak Rakyat
Dokumen Pribadi via Kontan.co.id
Singgih Januratmoko, Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia. 

Pria yang sudah 20 tahun jadi peternak ayam ini mengatakan, rendahnya harga unggas di peternakan karena kelebihan suplai.

Menurutnya, hal itu terjadi setelah terbitnya Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan tahun 2009.

Motivasi Sang Ibu Membuat Orang Ini Menjadi Sukses

Dalam UU tersebut, industri diperbolehkan berternak ayam atau budidaya baik broiler maupun layer (ayam petelur).

Tentu UU ini merugikan peternak kecil. Karena dengan beleid tersebut, integrator yang selama ini hanya diperkenankan memproduksi DOC dan pakan ternak serta mengolah daging ayam, mereka kini bersaing dengan peternak kecil dengan menjual produk yang sama ke pasar tradisional.

Padahal menurutnya, dari sisi HPP perhitungannya sudah berbeda.

Karena integrator pasti lebih mampu melakukan efisiensi dibandingkan peternak rakyat.

Selama ini, peternak rakyat juga mendapatkan pasokan DOC dan pakan ternak dari integrator.

Kondisi ini yang membuat hampir setiap tahun terjadi demonstrasi para peternak rakyat yang merasa ketidakadilan.

Ponsel Bagi Penggemar Gaming, Punya Sistem seperti PC: Cek Spesifikasinya

Namun sejauh ini, pemerintah belum memiliki solusi yang tepat untuk menyelamatkan nasib peternak rakyat.

Padahal potensi pengembangan bisnis peternak rakyat menjadi peternak mandiri terbuka lebar.

Halaman
1234
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved