WNI di Taipei Mengenang Tragedi Kerusuhan Mei 1998: Saya Tetap Cinta Indonesia

Warga Negra Indonesia di Taipei Mengenang Tragedi Kerusuhan Mei 1998, Meski Sudah Puluhan Pindah, Tetap Cinta Indonesia.

WNI di Taipei Mengenang Tragedi Kerusuhan Mei 1998: Saya Tetap Cinta Indonesia
thinkstockphotos
Ilustrasi. Setelah terjadi kerusahaan Mei 1998, banyak WNI pindah keluar Indonesia. 

Saat itu ia ingat mendapatkan telepon dari ibunya yang terdengar nada panik.

Merupakan generasi ketiga Indonesia-Tionghoa yang lahir di Medan dan dibesarkan di Jakarta.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Saat itu, Tony Thamsir, seorang etnis Tionghoa dari Indonesia, duduk duduk di semester keempatnya di Universitas Nasional Chengchi di Taipei.

Saat menempuh pendidikan di Taipe, di Jakarta terjadi kerusuhan anti-China dan beberapa kota lain di Indonesia pada Mei 1998.

Sekarang Thamsir berusia 42 tahun dan bekerja sebagai penyiar televisi dan radio.

Saat itu ia ingat mendapatkan telepon dari ibunya yang terdengar nada panik, seperti dikutip dari South China Morning Post, Selasa (14/5/2019).

China Balas Amerika Serikat, Pasar Saham Rontok: Trump Melunak Terhadap China?

Sang ibu mengabarkan massa sudah membakar rumah tetangganya yang berada di kawasan Jelambar, Jakarta Barat.

''Kami tidak bisa melakukan apa-apa sekarang, tapi untungnya, ada sungai di depan kami. Itu kata ibu saya," kenang Thamsir.

Apalagi, kata Thamsir, saat kejadian itu massa telah memblokir jembatan yang akan memungkinkan orang menyeberangi sungai dan mengakses keluarganya di rumah.

Tidak lama berselang, kata Thamsir, adiknya mengambil alih telepon dan meminta dirinya tidak melanjutkan pembicaraan.

Setelah Mendapatkan Sertifikasi, Login Tanpa Password di Windows 10

Halaman
123
Penulis: Aloysius Sunu D
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved