Kasus Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet Kirim Foto Wajah Lebam ke Enam Orang, Khusus Dua Tokoh Ini Ia Berikan Pesan Spesial

RATNA Sarumpaet, terdakwa penyiaran berita bohong yang menerbitkan keonaran, mengaku menyebarkan foto wajahnya yang lebam kepada enam orang.

Ratna Sarumpaet Kirim Foto Wajah Lebam ke Enam Orang, Khusus Dua Tokoh Ini Ia Berikan Pesan Spesial
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Usai diperiksa kesehatannya di Poliklinik Polda Metro Jaya, Ratna Sarumpaet langsung dimasukkan dalam mobil tahanan dan dibawa ke kejaksaan dengan pengawalan petugas, Kamis (31/1). 

RATNA Sarumpaet, terdakwa penyiaran berita bohong yang menerbitkan keonaran, mengaku menyebarkan foto wajahnya yang lebam kepada enam orang, lewat aplikasi WhatsApp.

Enam orang itu adalah sopir pribadinya, Ahmad Rubangi; tersangka penipuan dana raja-raja Papua yang menipunya, Deden; Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal; intelektual publik Rocky Gerung; Wakil Ketua DPR Fadli Zon; dan ajudan Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi Djoko Santoso.

Ratna Sarumpaet mengirim foto yang diambilnya di Rumah Sakit Bedah Bina Estetika Menteng tersebut, kepada keenam orang tadi, dalam waktu yang berbeda-beda, mulai tanggal 26 September sampai 30 September 2018.

Jadwal Ganjil Genap di Pelabuhan Merak dan Bakauheni saat Arus Mudik dan Balik Lebaran 2019

Hal itu disampaikan Ratna Sarumpaet ketika ditanya oleh ketua majelis hakim yang memeriksa perkaranya, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2019).

"Rubangi, Rocky Gerung, Deden, Said Iqbal, Fadli Zon, dan ajudannya Djoko Santoso," kata Ratna Sarumpaet.

Ratna Sarumpaet mengatakan, khusus kepada Fadli Zon dan Rocky Gerung, ia menyertakan tulisan bahwa foto tersebut tidak boleh disebarluaskan.

Anggota DPD Ini Bersumpah Seret Wiranto dan Prabowo ke Penjara

"Not for public itu (tidak untuk umum), hanya ke Fadli dan Rocky karena mereka aktif di medsos," jelas Ratna Sarumpaet.

Sedangkan Ratna Sarumpaet mengaku motifnya memberikan foto wajah tersebut ke Said Iqbal, Fadli, dan ajudan Djoko Santoso, adalah karena saat itu ia ingin dipertemukan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, untuk membicarakan terkait dana raja-raja Papua yang belakangan diketahui ternyata fiktif.

"Karena mereka orang-orang yang punya hubungan dengan orang yang saya ingin temui," kata Ratna Sarumpaet, ketika ditanya oleh Daroe Tri Sadono, Kordinator Jaksa Penuntut Umum yang memeriksa perkara terdakwa kasus dugaan penyiaran berita bohong yang menerbitkan keonaran.

Ijtima Aktivis Bakal Digelar, Jokowi dan Prabowo Diundang

Sebelumnya, Daroe mengungkapkan pihaknya akan mengonfirmasi keterangan para saksi fakta dan ahli, yang telah dihadirkan pada sidang sebelumnya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved