Razia PKL dan Parkir Liar

Petugas Sterilkan Trotoar Jalan Kapten Tendean dari Pedagang dan Parkir Liar

Begitu juga kendaraan roda dua yang parkir di atas trotoar, diingatkan untuk tak lagi memakai fasilitas itu untuk parkir

Petugas Sterilkan Trotoar Jalan Kapten Tendean dari Pedagang dan Parkir Liar
Wartakotalive.com/Feryanto Hadi
Personil gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, dan juga Polri saat mensterilkan sepanjang Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan dari parkir liar maupun pedagang kaki lima, Selasa (14/5). 

PULUHAN personil gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, dan juga Polri melakukan penyisiran di sepanjang Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, untuk mensterilkan trotoar tersebut dari parkir liar maupun pedagang kaki lima.

Seperti diketahui, di kawasan tersebut selama ini banyak terjadi pelanggaran penggunaan fasilitas trotoar yang selain membuat tak enak dipandang, juga merugikan pejalan kaki.

"Kami arahkan petugas untuk mensterilkan trotoar di sekitar Jalan Kapten Tendean, hingga Jalan Widya Candra. Trotoar di sini kerap difungsikan tidak sebagaimana mestinya. Oleh karena itu kita tertibkan," ujar Camat Mampang Prapatan Nasrudin Abubakar yang memimpin giat itu, Selasa (14/5/2019).

Sejumlah pedagang kaki lima diingatkan untuk berpindah lokasi jualan dan tidak menggunakan badan trotoar.

Mereka pun ketakutan dan segera merapikan barang dagangannya.

Begitu juga kendaraan roda dua yang parkir di atas trotoar, diingatkan untuk tak lagi memakai fasilitas itu untuk parkir.

"Kami juga menderek satu mobil boks dan memberikan BAP kepada satu taksi. Selain itu, dua PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) juga diamankan," terangnya.

Nasrudin berharap, masyarakat sadar akan fungsi trotoar yang sesungguhnya diperuntukan bagi para pejalan kaki.

"Tolong masyarakat untuk memahami fungsi trotoar yang bukan untuk parkir liar. Kami juga tidak akan henti dan terus melakukan edukasi kepada masyarakat dan menjaga trotoar agar tidak beralih fungsi," ungkapnya.

Sementara itu, seorang pejalan kaki, Reiza (23) mengungkapkan, penyalahgunaan trotoar di kawasan Jalan Kapten Tendean masih cukup tinggi. Selain digunakan untuk parkir liar, trotoar di kawasan itu sering dilintasi oleh sepeda motor saat kondisi macet.

"Kalau macet pada naik ke trotoar. Sebagiam desainnya sih sudah bagus, tidak memungkinkan motor bisa naik. Tapi di banyak titik masih sering dipakai motor. Pejalan kaki yang suka ngalah jadinya," ujarnya.

Ia pun berharap, trotoar di Jalan Kapten Tendean bisa lebih diperhatikan agar membuat pejalan kaki semakin nyaman. "Ya kalau bisa dibuat lebih lebar. Soalnya trotoar di sini kan cukup sempit. Belum lagi masih ada sejumlah utilitas di trotoar," tandasnya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved