Kasus Bachtiar Nasir

Bachtiar Nasir Mangkir dari Panggilan Ketiga dan Malah Pergi ke Arab Saudi, Polisi akan Jemput Paksa

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, Bachtiar Nasir akan dijemput paksa oleh penyidik setibanya di Indonesia.

Bachtiar Nasir Mangkir dari Panggilan Ketiga dan Malah Pergi ke Arab Saudi, Polisi akan Jemput Paksa
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI Bachtiar Nasir menjawab pertanyaan wartawan saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/2/2017). Bachtiar Nasir diperiksa terkait kasus dugaan makar untuk tersangka Sri Bintang Pamungkas dan Rachmawati Soekarnoputri. 

BACHTIAR Nasir, tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dana Yayasan Keadilan untuk Semua (YKUS), tidak akan menghadiri pemanggilan ketiga dari penyidik Bareskrim Polri, Selasa (14/5/2019) hari ini.

Yang bersangkutan disebut tengah memiliki kegiatan di luar negeri, yakni di Arab Saudi.

Terkait hal itu, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, Bachtiar Nasir akan dijemput paksa oleh penyidik setibanya di Indonesia.

Bulan Ramadan dan Lebaran, Operator Telekomunikasi Perang Paket Promo

Ia menjelaskan, hal itu telah sesuai peraturan yang berlaku, bila seorang tersangka tidak menghadiri panggilan penyidik hingga tiga kali, maka dapat dilakukan penjemputan paksa.

"Ya, info dari penyidik setibanya (Bachtiar Nasir) di Indonesia dengan pasal 112 ayat 2 KUHAP dapat dijemput paksa untuk dimintai keterangan," ujar Dedi Prasetyo ketika dihubungi Tribunnews.com, Selasa (14/5/2019).

Namun, jenderal bintang satu itu belum bisa memastikan kapan Bachtiar Nasir akan kembali ke Tanah Air.

Anggota DPD Ini Bersumpah Seret Wiranto dan Prabowo ke Penjara

Kuasa hukum Bachtiar Nasir Aziz Yanuar mengatakan, kliennya tidak dapat menghadiri pemanggilan Bareskrim Polri, Selasa (14/5/2019).

Sebab, mantan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI itu sedang memenuhi undangan acara Liga Musim Dunia.

Bachtiar Nasir dijadwalkan diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang, dengan tindak pidana asal pengalihan aset Yayasan Keadilan untuk Semua.

Ijtima Aktivis Bakal Digelar, Jokowi dan Prabowo Diundang

"Sedang ada undangan dari Liga Muslim Dunia," ungkap Aziz ketika dihubungi Kompas.com, Senin (13/5/2019).

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved