Pilpres 2019

Andi Arief Minta Brimob dan TNI Tidak Tambah Ketegangan: Protes Mereka Harus Dikawal, Bukan Digebuk!

Andi Arief mengingatkan negara untuk mengawal laporan kecurangan yang diungkap BPN Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019.

Andi Arief Minta Brimob dan TNI Tidak Tambah Ketegangan: Protes Mereka Harus Dikawal, Bukan Digebuk!
Kompasiana
Andi Arief. 

"Protes mereka harus dikawal, bukan digebuk," ujar Andi Arief.

Meski demikian, ia juga mempertanyakan tidak adanya laporan kecurangan Pileg 2019 mengingat waktu Pilpres dan Pileg bersamaan.

"Namun perlakuan berbeda, pilpres dianggap ada kecurangan namun pileg dinyatakan jurdil. Para ahli wajib berkumpul menjelaskan fenomena ini," ungkapnya.

Terlebih lagi, kata Andi Arief, hingga saat ini belum ada Caleg yang melontarkan ketidakpercayaan kepada penyelenggara Pemilu 2019.

"Saya belum dengar ada komentar dari partai yang lolos PT 4 persen berdasarkan Quick Count yang menolak legislator terpilihnya dilantik karena tidak percaya Bawaslu dan KPU. Pileg memang beda dengan Pilpres," ungkapnya.

PT adalah Parliamentary Threshold atau ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

Sebelumnya Andi Arief sempat mengeluarkan pendapat kontroversi mengenai perbedaan hasil hitung cepat.

Ia menyebut jika klaim 62 persen yang diungkapkan Capres Prabowo Subianto datang dari "Setan Gundul".

Cuitan Andi Arief ini pun membuat ketegangan baru antara partai Demokrat dengan tim Badan Pemenangan Nasional (BPN).

Eggie Sudjana Ditangkap Polisi

Halaman
1234
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved