Viral Iklan Game Online Dianggap Melecehkan Guru, Muncul Petisi KPI Hentikan Iklan

Kemudian datang seorang siswa yang terlambat ke kelas. Guru berkepala plontos dan berkumis langsung berubah sikap dan ekspresinya.

Viral Iklan Game Online Dianggap Melecehkan Guru, Muncul Petisi KPI Hentikan Iklan
istimewa
Iklan Game Online diduga melecehkan profesi guru 

Sebuah video iklan di televisi menuai kontroversi dan protes warganet. Dalam iklan produk aplikasi game online yang berdurasi sekitar 30 detik tersebut, terlihat seorang bapak guru yang digambarkan sebagai guru galak alias killer sedang menulis materi pelajaran di papan tulis.

Para siswa dengan terkantuk-kantuk terpaksa mengikutinya, lantaran takut jika si guru marah kalau tidak diikuti mencatat materi tersebut.

Ada juga seorang siswa yang sedang disetrap atau diberi hukuman.

Kemudian datang seorang siswa yang terlambat ke kelas.

Guru berkepala plontos dan berkumis langsung berubah sikap dan ekspresinya.

VIDEO: HS Pengancam Penggal Kepala Jokowi Kabur ke Rumah Tantenya di Parung

Ia melunak, segera menghampiri anak yang terlambat tersebut dan membungkukkan badan

Guru itu pun mengambil tas si murid dan membawakannya ke meja.

Murid itu dipersilakan duduk di kursinya.

Si anak dengan santainya duduk dengan bahasa tubuh yang dapat dianggap sombong karena mengangkat dagunya

Sementara teman-temannya langsung melihat ke arahnya dengan mulut ternganga-nganga karena takjub padanya.

VIDEO: Annisa Bahar Menangis Ceritakan Dokter Vonis Hidup Ibunya Tak Lama Lagi

Ternyata di akhir cerita, anak dihormati sang guru karena mahir bermain game online dan sang guru itu lawan mainnya.

Di akhir iklan siswa yang terlambat itu main games online dengan guru killer tersebut di taman sekolah.

Iklan ini pun ramai diperbincangkan di media sosial, hingga muncul petisi di situs Change.org

Perbedaan Kasus Ancam Presiden Jokowi, Antara RJ Remaja yang Bercanda dan HS yang Sedang Berdemo

Hingga Senin (13/5/2019) sore, terlihat sudah 3.835 netizen yang telah menandatangani petisi tersebut.

Petisi meminta agar game online pembuat iklan meminta maaf kepada publik dan menghentikan iklan tersebut dari stasiun televisi dan menghapus dari akun YouTube mereka.

Editor: Ahmad Sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved