Pilpres 2019

Pria Ancam Penggal Kepala Jokowi Warga Palmerah, Ia Kabur ke Rumah Budenya Setelah Video Viral

Ia kabur setelah mengetahui video ia mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi, beredar viral di media sosial.

Pria Ancam Penggal Kepala Jokowi Warga Palmerah, Ia Kabur ke Rumah Budenya Setelah Video Viral
Dok Polda Metro Jaya
Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya saat menangkap Hermawan Susanto pemuda yang mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi saat demo di depan gedung Bawaslu beberapa waktu lalu, di Parung bogor. 

APARAT Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk Hermawan Susanto (25) di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/5/2019) sekira pukul 08.00.

Sebelum dibekuk, pria yang ancam penggal kepala Jokowi saat berdemonstrasi di depan Gedung Bawaslu pekan lalu itu, kabur dari rumahnya di Palmerah, Jakarta Barat.

Ia kabur setelah mengetahui video ia mengancam penggal kepala Presiden Jokowi, beredar viral di media sosial.

BREAKING NEWS: ‎Pria yang Ancam Penggal Kepala Jokowi Ini Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Hal itu dikatakan Wakil Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam, di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/5/2019).

"Jadi tersangka HS ini kita amankan di rumah bude-nya di Parung, Kabupaten Bogor, Minggu," kata Ade.

"Ia ke sana karena memang yang bersangkutan melarikan diri dari rumahnya ke rumah bude-nya itu, setelah mengetahui apa yang dia sampaikan di video itu tidak benar dan apa yang ia sampaikan viral di media sosial," sambungnya.

Prabowo Minta Ratusan Petugas KPPS yang Meninggal Divisum, KPU Nilai Tak Hargai Perasaan Keluarga

Tersangka, kata Ade, tinggal di Palmerah Barat, Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.

"Ia melarikan diri ke rumah bude-nya di Parung saat kami amankan," jelas Ade.

Menurut Ade, tersangka mengaku menyampaikan kata-kata seperti dalam video yang akhirnya diserbarkan oleh seorang perempuan, yang akhirnya viral.

Prabowo: Bachtiar Nasir Tidak Salah Sama Sekali, Ini Kriminalisasi Ulama

"Terhadap tersangka kami jerat Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP tentang makar, dalam hal ini mengancam hendak membunuh presiden atau wakil presiden, serta Pasal 27 ayat 4 junto pasal 45 ayat 1 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Ttahun 2008 tentang ITE," papar Ade.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved