Pengamat Pendidikan Sebut Iklan Game Online Keterlaluan, Melecehkan Profesi Guru

"Dari Kementerian Pendidikan harus menyampaikan keberatan, termasuk dari PGRI, dan komunitas-komunitas guru lainnya.

Pengamat Pendidikan Sebut Iklan Game Online Keterlaluan, Melecehkan Profesi Guru
istimewa
Iklan Game Online diduga melecehkan profesi guru 

Iklan aplikasi game online menuai kritikan dari Pengamat Pendidikan, Doni Koesoema. Pasalnya, game berdurasi 42 detik tersebut, dinilai melecehkan guru.

"Saya sudah lihat iklannya kemarin. Itu sangat keterlaluan dan melecehkan guru," kata Doni ketika dihubungi Warta Kota, Senin (13/5/2019).

Dalam iklan tersebut memperlihatkan bahwa guru bisa sederajat dengan muridnya karena kalah bermain game.

"Dampaknya murid menjadi tidak respek dengan guru. Lalu guru juga menjadi tidak kredibel di hapadan rekan-rekannya, karena dianggap sejajar dengan siswa dan hanya teman main saja," jelas Doni.

Viral Iklan Game Online Dianggap Melecehkan Guru, Muncul Petisi KPI Hentikan Iklan

Selain itu persepsi guru menjadi keliru karena tidak objektif. Dengan menilai anak yang dihukum karena tidak mengerjakan tugas, sementara teman mainnya yang datang terlambat justru disambut oleh guru. Karena guru tersebut kalah bermain game dengan muridnya.

"Dari Kementerian Pendidikan harus menyampaikan keberatan, termasuk dari PGRI, dan komunitas-komunitas guru lainnya. Produk aplikasi ini harus segera dihentikan dan dicabut. Karena sangat tidak edukatif," tegasnya.

Seperti diketahui, iklan aplikasi game online tersebut menampilkan suasan di kelas. Tampak seorang guru menghukum salah satu murid di depan kelas karena diduga tidak mengerjakan tugas.

VIDEO: Eggi Sudjana Datang ke Polda untuk Pemeriksaan Kasus Makar

Setelah itu terdapat murid yang terlambat datang. Namun, bukannya hukuman yang didapat murid tersebut. Justru disambut oleh sang guru. Murid-murid di dalam kelas pun tampak kaget.

Dalam akhir iklan tersebut tampak ternyata sang guru kerap kalah bermain game dalam aplikasi game di ponsel.

Video iklan yang beredar di Youtube tersebut telah mendapatkan 4.400 views.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved