Sidak Makanan Kaleng

Hati-hati, Petugas Temukan Sarden dan Susu Tidak Layak Jual di Bekasi

Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi menemukan makanan kaleng berupa sarden dan susu dalam kondisi tidak layak jual

Hati-hati, Petugas Temukan Sarden dan Susu Tidak Layak Jual di Bekasi
Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri
Petugas Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi saat melakukan inspeksi mendadak ke pusat perbelanjaan Lotte Grosir di Jalan Ahmad Yani Nomor 18, Kecamatan Bekasi Selatan pada Senin (13/5) siang. 

BEKASI, WARTAKOTALIVE.COM -- Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi menemukan makanan kaleng berupa sarden dan susu dalam kondisi tidak layak jual atau rusak kemasannya.

Hal itu terungkap saat dua organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pusat perbelanjaan, Lotte Grosir di Jalan Ahmad Yani Nomor 18, Kecamatan Bekasi Selatan pada Senin (13/5) siang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati mengatakan temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Petugas Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi saat melakukan inspeksi mendadak ke pusat perbelanjaan Lotte Grosir di Jalan Ahmad Yani Nomor 18, Kecamatan Bekasi Selatan pada Senin (13/5) siang.
Petugas Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi saat melakukan inspeksi mendadak ke pusat perbelanjaan Lotte Grosir di Jalan Ahmad Yani Nomor 18, Kecamatan Bekasi Selatan pada Senin (13/5) siang. (Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri)

Dalam BAP itu dinas meminta kepada pihak Lotte Grosir untuk melakukan retur atau pengembalian barang ke pihak penyuplai.

"Ada beberapa kaleng dalam kondisi penyok sehingga tidak layak jual dan harus diretur kembali," kata Tanti pada Seni (13/5).

Tidak hanya tampilan fisik, kata dia, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap masa kadaluarsa produk tersebut.

Petugas Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi saat melakukan inspeksi mendadak ke pusat perbelanjaan Lotte Grosir di Jalan Ahmad Yani Nomor 18, Kecamatan Bekasi Selatan pada Senin (13/5) siang.
Petugas Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi saat melakukan inspeksi mendadak ke pusat perbelanjaan Lotte Grosir di Jalan Ahmad Yani Nomor 18, Kecamatan Bekasi Selatan pada Senin (13/5) siang. (Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri)

Sejauh ini, petugas tidak menemukan produk yang dijual telah melewati masa kadaluarsa.

Menurut dia, sidak ini dilakukan untuk menekan potensi adanya makanan kemasan yang dijual tidak memenuhi standar.

"Makanan dan minuman kaleng serta kue lebaran kita periksa karena jenis makanan ini yang biasa digunakan masyarakat untuk membuat parsel saat lebaran," ujar Tanti.

Petugas Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi saat melakukan inspeksi mendadak ke pusat perbelanjaan Lotte Grosir di Jalan Ahmad Yani Nomor 18, Kecamatan Bekasi Selatan pada Senin (13/5) siang.
Petugas Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi saat melakukan inspeksi mendadak ke pusat perbelanjaan Lotte Grosir di Jalan Ahmad Yani Nomor 18, Kecamatan Bekasi Selatan pada Senin (13/5) siang. (Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri)

Dalam sidak yang dilakukan ini, pihaknya menerjunkan belasan petugas dari UPTD POM Dinkes Kota Bekasi.

"Untuk memperkuat pengawasan, kami menggandeng Dinas Ketahanan Pangan untuk melihat kelayakan makanan segar yang disajikan kepada masyarakat," katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi Alexander Zulkarnaen menambahkan, petugasnya melakukan pengecekan terhadap sejumlah produk mulai dari sayuran, buah-buahan hingga daging yang dijual di Lotte Grosir Kota Bekasi.

"Kami melakukan pengecekan mulai dari kadar pestisida, bahan pengawet hingga tingkat kesegaran daging sapi beku maupun yang dipajang. Kalau makanan olahan itu tupoksi Dinkes, sedangkan kami makanan segar," ujar Alexander.

Guna memperkuat hasil sidak itu, petugas juga mengamil sejumlah sample sayuran yang nantinya akan diuji laboratorium untuk melihat sayuran tersebut aman atau tidak untuk dijual.

"Bila ditemukan adanya indikasi pelanggaran, kami akan melakukan pembinaan sekaligus surat peringatan ke pihak yang bersangkutan," katanya.

Menurut dia, sidak ini dilakukan sebagai kontrol pemerintah daerah terhadap produk makanan dan minuman kepada masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.

Namun Alexander mengaku, sebetulnya kegiatan ini rutin dilakukan di hari biasa atau di luar bulan Ramadan.

"Tapi pengawasan kali ini lebih ditingkatkan sehingga potensi peredaran pangan yang tidak sesuai standar bisa kita antisipasi," ungkapnya. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved