Dipicu Razia Narkoba, BNN Sebut Kasus Pembakaran Rutan Siak Bukti Lemahnya Pengawasan

"Dirjen PAS harus bertanggungjawab atas masalah yang terjadi ini," kata Anjan, Minggu (12/5/2019)

Dipicu Razia Narkoba, BNN Sebut Kasus Pembakaran Rutan Siak Bukti Lemahnya Pengawasan
Kompas.com
Lapas di Siak yang terbakar. 

Kerusuhan yang terjadi di Rumah Tahanan (rutan) klas IIB Siak, Riau, dinilai karena kurangnya pengawasan oleh para sipir hingga membuat narkoba masih beredar didalamnya.

Direktur Prekusor Badan Narkotika Nasional (BNN) Brigjen Anjan Pramuka mempertanyakan kinerja Direktur Jenderal Pemasyarakatan (dirjen PAS) yang dinilainya sebagai pihak yang paling bertanggungjawab dalam masalah itu.

Sebab, akibat beredarnya narkotika hingga menyebabkan kerusuhan dan membakar rutan, membuat masalah ini muncul.

"Dirjen PAS harus bertanggungjawab atas masalah yang terjadi ini," kata Anjan, Minggu (12/5/2019)

VIDEO: Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyok Saksi Partai Nasdem di Bekasi

Dikatakan mantan direktur tindak pidana narkotika mabes polri ini, pencopotan itu harus segera dilakukan lantaran kasat narkoba polres Siak, AKP Jailani juga menjadi korban. Dimana anggota polisi itu mengalami luka tembak dalam peristiwa berdarah tersebut.

"Bila seandainya pengawasan ketat, dan tak ada lagi narkoba didalam rutan, pastinya tragedi itu tidak akan terjadi," ungkapnya.

Anjan menambahkan, sebagai mantan orang nomor satu yang menangani narkotika di Indonesia, pihaknya sangat terbebani.

Ia merasa bahwa yang menjadi korban penembakan adalah anggotanya yang tengah berjuang untuk memberantas peredaran narkotika di Indonesia.

VIDEO: Pria yang Mau Penggal Kepala Jokowi Menunduk Saat Tiba di Polda

"Saya merasa ikut prihatin dengan apa yang menimpa, segera lakukan perbaikan dengan mengganti dirjen PAS," tegasnya.

Selama ini, kata Anjan, permasalahan di dalam rutan maupun lapas masih bebas berkeliaran didalamnya. Hal itu terjadi karena didalam penjara itu mendapatkan fasilitas super yang diberikan para sipir. "Karena selama ini ada anggapan lebih mudah menjual narkotika didalam penjara dibanding menjual di luar," terangnya.

Anjan juga menilai, selama ini keberadaan napi dalam lapas maupun rutan, kerap menjadi hulu atas masuknya narkotika ke Indonesia. Dimana bandar besar yang tengah menjalani masa tahanan dengan mudahnya mengendalikan masukannya narkoba. "Karena apa? Ya karena pengawasan itu yang sangat lemah. Napi didalam bisa menggunakan telepon genggam sesuka hati mereka dengan bantuan sipir," ungkapnya.

VIDEO: Gubernur Anies Datangi Korban Kebakaran Kampungbandan, Akan Bicara dengan PT KAI

Sebelumnya diberitakan, kerusuhan terjadi di rutan klas IIB Siak, Riau, yang menyebabkan bangunan yang ada dibakar napi. Bahkan, seorang perwira polisi tertembak dalam kerusuhan yang terjadi menjelang sahur Sabtu (11/5) dinihari.

Saat tahanan rusuh tersebut, puluhan kali letusan senjata api terdengar dan ada kobaran api yang membakar beberapa sisi bangunan membuat suasana semakin tegang.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved