Breaking News:

Berita Video

VIDEO: Wali Kota Jakarta Utara Pantau Penjualan Takjil dari Bahan Berbahaya

“Ini kan bulan puasa, banyak yang jual takjil. Jadi kita ingin memastikan takjil yang dijual ini aman dari zat kimia berbahaya,” kata Syamsuddin.

Pemerintah Kota Jakarta Utara melakukan pembinaan sekaligus pengawasan penjualan takjil di Jalan Kebon Bawang VI, Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (10/5).

Wali Kota Jakarta Utara Syamsuddin Lologau mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai wujud perhatian pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat untuk memastikan takjil yang dijual tidak mengandung zat berbahaya.

“Ini kan bulan puasa, banyak yang jual takjil. Jadi kita ingin memastikan takjil yang dijual ini aman dari zat kimia berbahaya,” kata Syamsuddin.

VIDEO: Fairuz A Rafiq Tidak Berpuasa Tahun Ini Karena Masih Menyusui

Pada kesempatan itu dipastikan tidak ada ditemukan takjil yang dijual di lokasi tersebut yang mengandung zat kimia berbahaya. Hal tersebut disampaikan usai meninjau uji laboratorium dari setiap sampel takjil yang dijual.

“Kita meyakinkan bahwa sebenarnya takjil yang dijual ini adalah betul-betul bebas dari pengawet atau pewarna,” ungkap Syamsuddin.

VIDEO: Ade Firman Hakim Kesulitan Jadi Youtuber Halu di Malam Jumat The Movie

Adapun pembinaan dan pengawasan takjil akan digelar secara menyeluruh di enam kecamatan di wilayah Jakarta Utara mulai Rabu (8/5) hingga Rabu (29/5) mendatang untuk memastikan tidak ada takjil yang berbahaya.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Yudi Dimyati mengatakan apabila nantinya ada yang menjual takjil mengandung zat berbahaya, maka pedagang itu dihentikan sementara operasionalnya.

VIDEO: Film Si Doel The Movie 2 Gebrak Konflik Cinta Segitiga yang Menguras Air Mata

“Temuan tersebut akan diberikan kepada Suku Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) Jakarta Utara. Kalau kedapatan menjual takjil berbahaya, maka dihentikan sementara sampai menjual takjil yang sehat,” tuturnya.

Adapun terdapat empat indikator uji zat kimia berbahaya dengan metode sampling Rapid Tester Laboratorium (RTL) yang dilakukan antara lain boraks, formalin, Rhodamin B, dan Methanil Yellow.

“Setiap jenis takjil kita uji sampling, baik itu berupa makanan dan minuman. Alhamdulillah hasilnya semua terbebas dari kandungan zat berbahaya,” katanya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved