Berita Video

VIDEO: Viral Tawuran di Lenteng Agung Dini Hari, Satu Orang Tewas

Kapolrestro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar menerangkan, peristiwa itu bermula ketika korban dan rekan-rekan sedang nongkrong di jalan tersebut.

Beberapa malam ini Jakarta Selatan dihebohkan dengan maraknya aksi geng motor. Di kawasan Lenteng Agung, satu remaja meninggal dunia akibat serangan kelompok geng motor pada Rabu (8/5/2019) lalu. Korban adalah AL (16), pelajar SMK yang
pada pukul 03.00 wib sedang nongkrong di Jalan Raya Lenteng Agung Timur.

Kapolrestro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar menerangkan, peristiwa itu bermula ketika korban dan rekan-rekan sedang nongkrong di jalan tersebut.

"Pada sekira Pukul 03.00 Wib datang rombongan motor melintas dari arah Pasar Minggu sekitar 10 sepeda motor berboncengan ke arah Depok," ujar indra Jafar, Jumat (10/5/2019).

Tiba tiba rombongan bermotor tersebut turun dan menyerang korban dan teman temannya dengan senjata tajam.

Sebagian kawan korban lari tunggang langgang mendapatkan serangan dadakan itu. Namun, AL sudah tak berdaya setelah senjata tajam mengenai bagian lehernya. Ia terkapar.

VIDEO: Latihan Perdana Persija Bulan Ramadan di Lapangan Futsal

"Kemudian warga setempat membawa korban ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan dokter. Namun karena pendarahan tidak tertolong dan dinyatakan oleh Dokter meninggal dunia," ungkap kapolres.

Amankan lima orang

Satuan reskrim Polrestro Jakarta Selatan bergerak melakukan penyelidikan dan mengamankan lima terduga pelaku geng motor yang melakukan penyerangan terhadap AL dan kawan-kawannya.

VIDEO: Ketua RT di Babelan Kaget Warganya Diduga Terlibat Terorisme

"Setelah periksa saksi dan rekaman kamera CCTV, kami tangkap lima orang dengan inisial MN (18), MA (18), ID (20), FP (17) dan MS (20). Satu orang lagi dengan inisial FH masih kami kejar. FH ini yang membacok korban hingga tewas," ungkap Kasatreskrim Kompol Andi Sinjaya.

Para pelaku merupakan gabungan remaja dari kawasan Warung Jati dan Pejaten. Polisi masih melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengetahui motif para remaja itu berkonvoi dan menyerang kelompok lain.

"Terhadap ke 5 orang yang diamankan dilakukan pemeriksaan sebagai saksi. Sedangkan yang berstatus di bawah umur akan dilakukan pemeriksaan didampingi oleh orangtuanya mengacu pada UU perlindungan anak," tandas Kompol Andi

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved