Permadi Bilang Masalah Indonesia Bukan Jokowi, Luhut Panjaitan, Atau Megawati, tapi Ini

POLITIKUS Partai Gerindra Permadi mengajak masyarakat melakukan revolusi dan jihad.

Permadi Bilang Masalah Indonesia Bukan Jokowi, Luhut Panjaitan, Atau Megawati, tapi Ini
WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI
Politikus Partai Gerindra Permadi Satrio Wiwoho mendatangi Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, untuk mendengar sidang pembacaan tuntutan kterhadap terdakwa kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto, Kamis (29/3/2018). 

POLITIKUS Partai Gerindra Permadi mengajak masyarakat melakukan revolusi dan jihad.

Ia juga membujuk masyarakat agar tak mengikuti konstitusi untuk menyelesaikan masalah di Indonesia ini.

Ajakan itu ia lakukan dalam sebuah pertemuan dengan berbagai pihak, termasuk mahasiswa, di sebuah ruang rapat. Belum jelas kapan, di mana, dan dalam rangka apa pertemuan itu digelar.

Prabowo Minta Ratusan Petugas KPPS yang Meninggal Divisum, KPU Nilai Tak Hargai Perasaan Keluarga

Ucapannya itu akhirnya dilaporkan ke polisi, terkait ucapannya yang membahas tentang revolusi setelah pengumuman hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei mendatang.

Berikut ini pernyataan lengkap Permadi yang dilaporkan tersebut, ditranskrip Wartakotalive.com dari video yang banyak beredar di YouTube:

"Bung Karno juga berpesan, perjuanganku lebih ringan daripada perjuangan kalian kelak.

Prabowo: Bachtiar Nasir Tidak Salah Sama Sekali, Ini Kriminalisasi Ulama

Karena perjuanganku melawan neokolim yang jelas-jelas penjajah, kulitnya putih, bahasanya Belanda, dan lain sebagainya.

Tapi yang akan kamu hadapi nanti adalah bangsamu yang akan menjajah sendiri, dan akan lebih kejam dari neokolim, dan ternyata benar.

Saya ingin mengingatkan, bahwa kita sudah siap, sebagian rakyat sudah siap. Tapi saya ingatkan, musuh kita juga sudah siap! Siap mati mereka, karena apa?

Ternyata Bachtiar Nasir Sudah Jadi Tersangka Sejak Awal 2018, Ini Dua Alat Bukti yang Menjeratnya

Karena jenderal-jenderal yang mendukung Jokowi, kalau sampai Jokowi kalah, semua akan masuk penjara atau dihukum mati. Jadi, mereka dengan mengorbankan rakyat akan terus mengganggu kita.

Halaman
1234
Penulis: Yaspen Martinus
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved