Persija Jakarta

Pelatih Fisik Persija Jakarta; Bulan Puasa Tidak Akan Menjadi Hambatan Bagi Pemain

Di bulan Ramadan, skuad berjuluk Macan Kemayoran itu berlatih di malam hari pukul 20.00 WIB sampai 22.00 WIB setelah sebelumnya latihan pukul 16.00

Pelatih Fisik Persija Jakarta; Bulan Puasa Tidak Akan Menjadi Hambatan Bagi Pemain
Wartakotalive.com/M17
Pelatih fisik Persija Jakarta Sansan Susanpur, usai latihan Jumat (3/5/2019) di Lapangan TNI AU, Halim Perdanakusuka, Jakarta Timur. 

Memasuki bulan Ramadan, Persija Jakarta menyusun program latihan yang berbeda dengan pada biasanya.

Di bulan Ramadan, skuad berjuluk Macan Kemayoran itu berlatih di malam hari pukul 20.00 WIB sampai 22.00 WIB setelah sebelumnya selalu memulai latihan pada pukul 16.00 WIB sore.

Ismed Sofyan dan kawan-kawan harus mengatur jadwal latihan malam hari sebab pemain Persija yang mayoritas beragama Islam menjalani ibadah puasa dan baru berbuka puasa pada pukul 18.00 WIB.

Ditambah, program latihan malam ini juga sebagai upaya untuk beradaptasi pada pertandingan di Liga 1 2019 nanti yang juga akan digelar malam hari.

"Kemungkinan kan nanti Liga 1 main malam, karena nanti kondisi malam itu ada kondisi berbeda saat pertandingan, jadi kita harus adaptasi dengan itu semua," ujar pelatih fisik Persija, Sansan Susanpur kepada Warta Kota, Kamis (9/5/2019).

Eks pelatih fisik Timnas U-16 itu juga memastikan untuk yang beragama Islam, ibadah puasa tidak akan menjadi hambatan bagi kondisi fisik pemain.

Sebab dengan program yang disusun secara teratur dan kontrol maksimal bisa dipastikan statistik para pemain siap untuk tetap bermain dan berlatih selama bulan puasa.

"Secara statiktik saya pastikan mereka siap. Tidak ada masalah untuk berpuasa, kami akan memastikan kondisi fisik mereka tetap siap," tegas Sansan.

Lebih lanjut Sansan juga memberikan garansi, pola tidur malam yang kurang dengan adanya latihan malam hari dan sahur pukul 03.00 WIB pagi tidak akan mengganggu kondisi fisik pemain.

Sebab, dengan adanya adaptasi yang maksimal dan bersinergi bersama adaptasi sesuai kebutuhan fisik pemain bisa dipastikan kondisi pemain tidak akan mengalami penurunan.

"Physical conditioning merupakan sebuah hal yang bersinergi dengan bioritme dalam diri manusia dimana akan selalu adaptif dalam setiap perubahan threatment terutama dalam hal jasmani," papar Sansan.

"Dalam bulan puasa tentu halnya demikian program latihan disesuaikan sesuai dengan kebutuhan yang selalu dinamis dalam setiap pemain. Jadi dengan adaptasi pasti tidak akan terganggu," tutur Sansan menjelaskan. (M17)

Penulis: Gisesya Ranggawari
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved