Korupsi di Kementerian Agama

Kembalikan Uang Rp 10 Juta Setelah Ada OTT, KPK Bakal Tindak Menteri Agama?

Uang Rp 10 juta yang dilaporkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, sedang diproses di Deputi Bidang Penindakan.

Kembalikan Uang Rp 10 Juta Setelah Ada OTT, KPK Bakal Tindak Menteri Agama?
TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saefuddin berikan keterangan mengenai pendirian Universitas Islam Ineternasional Indonesia (UIII), usai menghadiri Halal Bihalal Kementerian Agama RI di Gedung Kementerian Agama RI, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (15/7/2016). 

WAKIL Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarief menyatakan uang Rp 10 juta yang dilaporkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, sedang diproses di Deputi Bidang Penindakan.

Lukman Hakim Saifuddin menerima uang Rp 10 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur (Jatim) Haris Hasanudin.

Uang tersebut akan menjadi salah satu barang bukti dari tiga tersangka kasus suap seleksi jabatan di lingkungan Kemenag.

Daftar Hakim yang Dicokok KPK Sejak 2018, Kayat Jadi yang Pertama Tercokok Tahun Ini

"Ya (jadi barang bukti tiga tersangka). Oleh karena itu rekomendasi dari pimpinan dan dari Direktur Gratifikasi, diserahkan pengurusan uang itu ke Kedeputian Penindakan," kata Laode M Syarif di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019).

Laode M Syarif memastikan, laporan pengembalian uang dari Lukman Hakim Saifuddin tidak akan diproses oleh bagian gratifikasi. Laporan uang tersebut justru diproses oleh Deputi Penindakan KPK.

Sebab, penerimaan uang Rp 10 juta baru dilaporkan Lukman Hakim Saifuddin ke KPK, setelah adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Haris Hasanuddin.

Fahri Hamzah Baru Tahu Real Count KPU Tak Diatur Undang-undang, Ia Takutkan Ini Jika Tidak Ditutup

Oleh karenanya, bagian gratifikasi KPK menolak untuk memproses laporan tersebut.

"Itu dilaporkan sebagai gratifikasi, tapi setelah kejadian OTT. Oleh karena itu kami tidak proses sebagai pelaporan gratifikasi," jelas Laode M Syarif.

Laode M Syarif enggan berspekulasi lebih jauh apakah Lukman Hakim Saifuddin akan ditindak karena uang Rp 10 juta tersebut masuk ke dalam pidana gratifikasi.

Heboh Penemuan Formulir C1 Asal Kabupaten Boyolali Saat Razia Lalu Lintas, Begini Respons KPU

Dia hanya memastikan bahwa uang Rp 10 juta itu tidak diproses karena dilaporkan setelah adanya OTT.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved