Isu Makar

Eggi Sudjana: Kalau Betul-betul Makar, Mestinya Saya Langsung Ditangkap, Tidak Perlu Laporan Polisi

EGGI Sudjana menanggapi status tersangka kasus dugaan makar yang menjerat dirinya.

Eggi Sudjana: Kalau Betul-betul Makar, Mestinya Saya Langsung Ditangkap, Tidak Perlu Laporan Polisi
Fransiskus Adhiyuda
Kivlan Zen bersama Eggi Sudjana di sela aksi di kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019). 

EGGI Sudjana menanggapi status tersangka kasus dugaan makar yang menjerat dirinya.

Ia menyebut, polisi telah melanggar prosedural hukum pidana dalam penetapan tersebut.

“Poinnya adalah polisi tidak mengindahkan tahapan-tahapan. Karena kalau tuduhannya makar, maka tidak perlu laporan polisi,” kata Eggi Sudjana di sela aksi di Kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019).

Prabowo Minta Ratusan Petugas KPPS yang Meninggal Divisum, KPU Nilai Tak Hargai Perasaan Keluarga

"Kalau saya betul-betul makar, mestinya saya langsung ditangkap, namanya makar,” sambungnya.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjelaskan, ada tiga kategori untuk menuduh seseorang berbuat makar. Hal itu tertuang dalam pasal 104, 106 dan 107 KUHP.

“Intinya 104 itu adalah membunuh Presiden dan Wakil Presiden. Pasal 106 itu adalah menggerakkan daerah seluruhnya atau sebagian," jelasnya.

Prabowo: Bachtiar Nasir Tidak Salah Sama Sekali, Ini Kriminalisasi Ulama

"Yang ke (pasal)-107 adalah menggulingkan pemerintahan yang sah. Mana elemen itu saya lakukan? Tidak ada,” sambungnya.

Eggi Sudjana pun membantah dirinya disebut makar. Sebab, ia menuntut Bawaslu mendiskualifikasi Jokowi dalam statusnya sebagai capres. Jadi hal itu tidak bisa disebut makar.

“Kalau capres hukumnya sama dengan kita. Setiap orang berkesamaan kedudukannya dalam pemerintah dan hukum tanpa kecuali,” tegas Eggi Sudjana.

Ternyata Bachtiar Nasir Sudah Jadi Tersangka Sejak Awal 2018, Ini Dua Alat Bukti yang Menjeratnya

Menurut Eggi Sudjana, seruan people power tidak mengandung unsur makar, baginya seruan itu hanya untuk mengkritisi dugaan kecurangan pada Pemilu 2019.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved